Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • KKN-PPM UGM Antar Desa Mekarwangi Raih Majalengka Innovation Award 2025

KKN-PPM UGM Antar Desa Mekarwangi Raih Majalengka Innovation Award 2025

  • KKN, SDGs 1 : Menghapus Kemiskinan, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 15: Ekosistem Daratan, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education), SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur
  • 20 Desember 2025, 22.10
  • Oleh: dwi.nur.halimah
  • 0

Inovasi perangkat deteksi dini longsor yang dikembangkan oleh mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Penghargaan Inovasi Daerah Kategori Umum dalam ajang Majalengka Innovation Award 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unit Lemahsugih, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P., atas inovasi mitigasi bencana berbasis sensor yang diterapkan di lahan pertanian Desa Mekarwangi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko longsor melalui penerapan sistem deteksi dini berbasis sensor dan alarm peringatan (12/2025).

Penghargaan ini merupakan hasil penetapan program unggulan yang diajukan DPL bersama mahasiswa ke Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Majalengka 2025 setelah melalui seleksi internal untuk menentukan karya paling relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program Pembuatan Perangkat Deteksi Dini Longsor dipilih karena dinilai memiliki dampak besar bagi keselamatan warga dan keberlanjutan pertanian di kawasan rawan geologis.

Perangkat deteksi dini longsor yang dikembangkan mahasiswa KKN-PPM UGM ini dirancang untuk memantau perubahan kondisi tanah secara real-time menggunakan sensor kelembaban tanah, sensor getaran, dan mikrokontroler PIC. Ketika indikator awal longsor terdeteksi, sistem otomatis mengaktifkan alarm sirine atau indikator visual agar warga memperoleh peringatan cepat sebelum terjadi pergerakan tanah.

Teknologi ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Desa Mekarwangi yang memiliki kontur berbukit, curah hujan tinggi, serta lokasi lahan pertanian dan permukiman yang berada di lereng sehingga memiliki tingkat kerawanan longsor yang sangat tinggi. Desain alat dibuat tahan terhadap cuaca ekstrem, hemat energi, mudah dirawat, dan dapat dipasang pada beberapa titik rawan longsor.

Dalam tahap pengembangan, mahasiswa juga melakukan survei lapangan, wawancara mendalam dengan pemerintah desa dan warga, pemetaan titik rawan longsor, perancangan rangkaian elektronik, penyolderan, kalibrasi sensor, serta uji coba perangkat sebelum pemasangan. Keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa memastikan teknologi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan teknis dan kondisi lingkungan.

Pemerintah Desa Mekarwangi menyambut baik inovasi ini karena menjadi sistem teknologi pertama yang secara langsung diterapkan untuk mitigasi bencana longsor di wilayah tersebut. Selain pemasangan alat, tim KKN-PPM UGM juga memberikan pelatihan penggunaan sistem dan prosedur penanganan saat alarm peringatan aktif, sehingga masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana.

Pemerintah desa ke depan merencanakan ekspansi pemasangan perangkat ke lebih banyak titik rawan longsor serta pengembangan integrasi dashboard pemantauan daring untuk memudahkan pengelolaan data mitigasi bencana secara terpadu. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta memastikan akses terjangkau terhadap teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Keberhasilan proyek ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara institusi akademis dan komunitas lokal dalam mengatasi tantangan yang mendesak. Pemberdayakan masyarakat melalui solusi inovatif, program KKN-PPM tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan bencana tetapi juga berkontribusi pada ketahanan dan keberlanjutan praktik pertanian di daerah yang rentan.

Saat Desa Mekarwangi menetapkan preseden untuk mitigasi bencana melalui teknologi, desa ini menjadi model wilayah lainnya yang menghadapi tantangan serupa. Capaian yang didapat dari Majalengka Innovation Award 2025 menegaskan potensi inovasi akar rumput untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup bagi komunitas yang berisiko.

 

Sumber Tulisan: Sudrajad, DPL Lemahsugih

Editor: DnHalimah&Ainun, Sumber/Foto: Dokumentasi Pribadi

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY