Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • UGM Dorong Integrasi Ilmu dan Aksi Mitigasi Bencana dalam Kegiatan KKN-PPM melalui Sinergi BMKG, BNPB, dan Akademisi

UGM Dorong Integrasi Ilmu dan Aksi Mitigasi Bencana dalam Kegiatan KKN-PPM melalui Sinergi BMKG, BNPB, dan Akademisi

  • Berita Utama DPkM, KKN, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education)
  • 10 November 2025, 10.05
  • Oleh: dwi.nur.halimah
  • 0

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM menyelenggarakan kegiatan Koordinasi, Pelatihan, dan Penguatan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Ruang Multimedia I, Gedung Pusat UGM,  (07/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan calon mahasiswa KKN dengan pemahaman komprehensif mengenai mitigasi risiko bencana, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta penerapan prinsip Safety, Health, and Environment (SHE) dalam pelaksanaan program KKN. Salah satu sesi penting dalam rangkaian kegiatan ini adalah paparan bertajuk “Pemahaman Kondisi Cuaca dan Iklim Ekstrem di Lokasi KKN: Strategi Antisipasi dan Pengambilan Keputusan di Lapangan”, yang menghadirkan kolaborasi antara DPkM UGM dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta para pakar lintas disiplin di UGM. Melalui sinergi ini, kegiatan diharapkan dapat memperkuat kesiapan sivitas akademika dalam mewujudkan pelaksanaan KKN yang aman, tangguh, dan berkelanjutan di berbagai lokasi pengabdian.

Direktur DPkM UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN-PPM UGM terdekat di Periode 4 Tahun 2025 akan melibatkan sebanyak 1.044 mahasiswa yang berasal dari seluruh fakultas dan Sekolah Vokasi UGM. Adapun tema besar yang diusung pada periode ini adalah “Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”, yang sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Program KKN Periode 4 ini akan dilaksanakan di 10 provinsi, mencakup 4 provinsi di Pulau Jawa dan 6 Provinsi di luar Pulau Jawa yang tersebar di 24 kabupaten dan 39 kecamatan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si, juga memberikan sambutan serta membuka acara yang sangat tranformatif ini. Arie menegaskan bahwa setiap langkah penguatan koordinasi dan pelatihan KKN merupakan bentuk tanggung jawab moral UGM terhadap keselamatan mahasiswa di lapangan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan tata kelola yang sistematis agar pelaksanaan KKN berjalan aman dan berkelanjutan. “Tidak ada upaya yang sia-sia. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk tanggung jawab dan responsivitas kita terhadap kondisi di lapangan,” ungkapnya 

Pemaparan materi penting yang pertama disampaikan oleh Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI Tahun 2017-2025. Prof. Dwikorita menekankan pentingnya pemahaman terhadap pola iklim yang berubah, terutama awal kondisi cuaca ekstrem. Puncak musim hujan tahun ini datang lebih awal dari biasanya. “Biasanya, puncak terjadi pada Desember-Januari atau Januari-Februari. Namun, sejak bulan November, beberapa wilayah di Indonesia telah mengalami peningkatan curah hujan,” terangnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa juga dibekali dengan alat yang diperlukan untuk kesiapsiagaan bencana, Prof. Dwikorita mengimbau semua peserta KKN-PPM untuk memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengakses prakiraan cuaca harian, tingkat intensitas hujan, dan notifikasi peringatan dini hingga tingkat desa. “Silakan aktifkan notifikasi peringatan dini dan pantau radar cuaca. Jika warna merah muncul di wilayah Anda, segera cari tempat aman jauh dari sungai dan lereng,” pesannya.

Selain aplikasi, BMKG juga menyiapkan berbagai materi edukatif, termasuk video mitigasi bencana, seperti cara menghindari petir, menghadapi banjir bandang, dan mengenali tanda-tanda awal tanah longsor. Peserta KKN diimbau untuk mengenali kondisi tanah retak, melakukan perbaikan saat tidak hujan, dan memahami rute evakuasi di daerah rawan bencana.

Selaras dengan paparan sebelumnya, materi penting kedua disampaikan oleh Linda Lestari, S.Kom., M.Han. dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang membahas “Strategi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana di Lokasi KKN: Peran Dosen Pembimbing dalam Meningkatkan Keamanan dan Ketangguhan Mahasiswa.” Linda memaparkan bahwa tren bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan rata-rata lebih dari dua ribu kejadian per tahun dan bencana banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi. 

Pentingnya peran DPL dan mahasiswa dalam memahami risiko bencana di lokasi KKN sangatlah ditekankan. “Mahasiswa dan DPL perlu mengetahui potensi bahaya serta jalur evakuasi di wilayah penempatan. Gunakan aplikasi InaRISK untuk memetakan risiko bencana agar dapat melakukan langkah mitigasi yang tepat,” tuturnya.

Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D. dan Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc merupakan narasumber dalam sesi yang membahas “Manajemen Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Kegiatan KKN.” Keduanya menekankan bahwa posisi geografis Indonesia terutama di wilayah pesisir sangat rentan terhadap dampak La Nina dan siklon tropis, seperti banjir, pencemaran laut, serta kerusakan ekosistem, namun di sisi lain juga berpotensi meningkatkan produktivitas perikanan melalui proses upwelling.

Prof. Suadi menjelaskan bahwa mahasiswa KKN perlu memahami paradoks perubahan iklim laut, di mana risiko dan peluang dapat muncul bersamaan. “Di era perubahan iklim, kejadian ekstrem akan menjadi hal yang lumrah. Strategi pemberdayaan masyarakat pesisir harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing,” jelasnya.

Materi pelatihan terakhir disampaikan oleh Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., dari Tim Task Force KKN-PPM UGM, yang membahas “Penerapan Prinsip Safety, Health, and Environment (SHE) dalam Pelaksanaan KKN: Membangun Budaya Aman di Lapangan.” Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) untuk menciptakan kegiatan KKN yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Prof. Leni menyoroti perlunya budaya kerja aman dan kolaboratif di lapangan, termasuk kesiapan alat pelindung diri, pemahaman jalur evakuasi, dan kepedulian terhadap rekan satu tim. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diimbau untuk mengenali potensi bahaya sejak pra-KKN, menerapkan SOP keselamatan, serta menjaga kejujuran dan kesadaran diri terkait kondisi fisik dan mental selama bertugas.

Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh DPkM ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan arahan RPJPN 2025-2045 yang menempatkan masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana seperti yang disampaikan oleh para narasumber. Materi yang disampaikan tersebut menekankan integrasi strategi mitigasi bencana ke dalam kegiatan KKN sangat penting untuk membangun masyarakat yang tangguh dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam bidang pendidikan, penanganan perubahan iklim, dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama.

Acara ditutup dengan penjelasan teknis pelaksanaan KKN-PPM UGM Periode 4 Tahun 2025 oleh Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si. dan Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa kegiatan KKN akan berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 7 Februari 2026, dengan upacara penerjunan akan dilaksanakan pada 19 Desember 2025. Dr. Djoko menegaskan pentingnya koordinasi antara DPL, Koordinator Wilayah (Korwil), dan mahasiswa sejak tahap pra-KKN hingga penarikan. Mahasiswa diharapkan telah menyiapkan program kerja interdisipliner yang selaras dengan potensi dan kebutuhan wilayah pengabdian masing-masing. “Kualitas program KKN tidak diukur dari kedekatannya dengan bidang ilmu, tetapi dari sejauh mana kolaborasi dan dampak positifnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Semoga pelaksanaan KKN-PPM untuk periode terdekat dan kedepannya terus dapat mengedepankan pentingnya prinsip keselamatan, kesehatan, dan lingkungan dalam kegiatan lapangan. Upaya kolaboratif antara UGM, BMKG, dan BNPB ini merupakan bukti komitmen untuk meningkatkan ketahanan bencana dan pendidikan di Indonesia.

 

Penulis/Editor: DnHalimah&Ainun/Dn Halimah, 

Sumber/Foto: Tim Humas KKN-PPM UGM/Yudha,dkk

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY