Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Ngargoyoso menyelenggarakan Festival Gelar Bumi Lawu di Desa Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar (1/8). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus upaya memperkuat pelestarian seni dan budaya masyarakat di kawasan Lereng Lawu.
Festival tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, sanggar seni, pelaku UMKM, hingga generasi muda. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bersama untuk mengenalkan, merawat, dan mengembangkan potensi budaya lokal di tengah perubahan zaman.
Beragam pertunjukan seni turut memeriahkan Festival Gelar Bumi Lawu. Perwakilan masyarakat dari Dusun Guntur dan Dusun Ngargoyoso menampilkan kesenian tari sebagai representasi ekspresi budaya masyarakat setempat. Pertunjukan juga diisi oleh Endhang Sedep Foundation Bali Ndeso melalui karya tari “Karang Tumandang” serta Sanggar Maha Lawu dengan tari “Swastika”.
Keterlibatan generasi muda turut menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Putra-Putri Lawu dan Duta GenRe dari beberapa periode sebelumnya hadir melalui pagelaran fashion show. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai bentuk ekspresi kreatif yang dekat dengan generasi muda.
Salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Lawu, Rasyid Asidiq, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Gelar Bumi Lawu menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Festival ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan para pelaku budaya dalam menjaga warisan budaya Lereng Lawu agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” terangnya.
Pelaksanaan Festival Gelar Bumi Lawu mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bupati Karanganyar, pemerintah kecamatan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sanggar tari lokal, Kagama Karanganyar, serta masyarakat Desa Ngargoyoso. Dukungan tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mengembangkan potensi lokal.
Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, pelaku seni, dan generasi muda. Interaksi tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali beragam ekspresi seni yang tumbuh di kawasan Lereng Lawu.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Apt. Nindya Kusumorini, S.Farm., menyampaikan bahwa Festival Gelar Bumi Lawu merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendukung pelestarian budaya dan penguatan potensi lokal masyarakat Desa Ngargoyoso.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga warisan budaya serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan identitas budaya daerah.
Melalui Festival Gelar Bumi Lawu, KKN-PPM UGM UnitNgargoyoso berupaya menghadirkan ruang bagi tradisi, masyarakat, dan generasi muda untuk bertemu dan berkolaborasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat apresiasi terhadap seni tradisional, memberikan ruang bagi pelaku seni untuk berkarya, serta mendorong pengembangan potensi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat Desa Ngargoyoso.
Inisiatif tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang berkelanjutan melalui pelestarian warisan budaya, SDG 8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan potensi ekonomi kreatif, serta SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, komunitas seni, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sumber tulisan: Fadil Isam, Tim KKN-PPM UGM Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Tim KKN-PPM UGM Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah