Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mendorong penguatan potensi pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan potensi alam dan modal sosial warga. Semangat gotong royong, keramahan, serta budaya kebersamaan yang masih terjaga menjadi kekuatan masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata desa yang berkelanjutan.
Desa Nuca Molas memiliki potensi wisata alam berupa pantai dan panorama laut yang menjadi daya tarik tersendiri. Keindahan alam tersebut berpadu dengan kehidupan sosial masyarakat yang masih kuat dengan budaya kebersamaan dan saling membantu. Kondisi ini menjadi modal penting dalam membangun pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan destinasi, tetapi juga mengangkat kehidupan dan karakter masyarakat setempat.
Keterlibatan masyarakat terlihat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa bersama warga selama pelaksanaan KKN-PPM UGM. Warga turut berpartisipasi dalam persiapan kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti berbagai aktivitas sosial dan pemberdayaan. Interaksi tersebut memperlihatkan kuatnya hubungan sosial sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling belajar dalam mengembangkan potensi desa.
Dua warga Desa Nuca Molas, Bapak dan Mama Ijah, menyampaikan bahwa budaya saling membantu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa KKN dipandang sebagai bagian dari keluarga sehingga masyarakat tetap berupaya memberikan dukungan selama mahasiswa menjalankan berbagai program pengabdian, meskipun berada dalam keterbatasan. Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM, keterbukaan dan dukungan masyarakat menjadi pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial sekaligus potensi lokal Desa Nuca Molas.
Berbagai kegiatan seperti bersih pantai, senam pagi, sosialisasi, dan pelatihan bagi kelompok sadar wisata dilaksanakan dengan melibatkan warga secara langsung. Kegiatan bersama tersebut tidak hanya mempererat hubungan mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang peningkatan kapasitas warga dalam mengelola dan mengembangkan potensi desa.
Keramahan warga, semangat gotong royong, dan rasa kekeluargaan memiliki peluang untuk menjadi bagian dari daya tarik pariwisata berbasis masyarakat di Desa Nuca Molas. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati panorama alam, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Pendekatan tersebut dapat memperkuat identitas destinasi sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
KKN-PPM UGM menjadi ruang untuk memperkuat modal sosial masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata desa secara partisipatif. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga diarahkan agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan dan memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata.

Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Nuca Molas juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta penguatan kemitraan di tingkat lokal. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan potensi alam, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan.
Keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi Desa Nuca Molas untuk mengembangkan pariwisata yang berakar pada potensi lokal. Perpaduan antara keindahan alam, budaya gotong royong, dan partisipasi warga membuka peluang bagi terbentuknya model pariwisata desa yang mampu menjaga lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Sumber: Najla Widona Bima
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Dokumentasi Kegiatan Bersih Pantai Tim KKN-PPM UGM, Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur