
Keterbatasan lahan dan kebutuhan untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien menjadi tantangan dalam pengembangan budidaya pangan di Desa Bukit Layang. Kondisi tersebut mendorong Tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita 2026 untuk mengenalkan alternatif budidaya yang dapat menggabungkan lebih dari satu komoditas dalam ruang yang sama melalui ARUNA (Budidaya Sayur dan Ikan Melalui Akuaponik Ramah untuk Nutrisi dan Agroinovasi).
ARUNA menerapkan sistem yang mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran melalui satu rangkaian sirkulasi air. Dengan sistem tersebut, air dari budidaya ikan dapat dimanfaatkan dalam proses pertumbuhan tanaman sebelum kembali ke dalam rangkaian. Konsep ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan pemanfaatan air dan lahan secara lebih efisien sekaligus memperkenalkan pendekatan budidaya yang mendukung keberlanjutan.
Penerapan ARUNA dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan rancangan, penyiapan bahan, pembangunan instalasi, hingga penanaman sayuran dan uji coba sirkulasi air. Setiap tahapan disesuaikan dengan kondisi lokasi agar instalasi tidak hanya dapat berfungsi, tetapi juga mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana sistem akuaponik diterapkan.
Menurut Nur Fatiha Rahmah Maruni, selaku penanggung jawab ARUNA, keberadaan instalasi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat. “Kami berharap instalasi ini bisa menjadi contoh yang mudah dipelajari. Setelah memahami cara kerjanya, masyarakat dapat mencoba mengembangkan sistemnya sesuai kebutuhan dan kondisi yang mereka miliki,” ujarnya.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, instalasi akuaponik diserahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan dan dirawat. Penyerahan ini dilakukan agar fasilitas yang telah dibangun selama KKN tetap memiliki fungsi setelah program berakhir, baik sebagai sarana budidaya maupun media pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mencoba sistem serupa.
Keberlanjutan menjadi salah satu pertimbangan dalam penerapan ARUNA. Instalasi yang tersedia dapat terus dikembangkan, baik dari sisi komoditas yang dibudidayakan maupun pengelolaan sistemnya, sehingga manfaat program tidak berhenti pada pelaksanaan KKN. Kehadiran ARUNA diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pola budidaya yang lebih efisien, adaptif terhadap keterbatasan lahan, dan mendukung pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan di Desa Bukit Layang.
Penulis : Nur Fatiha Rahmah Maruni, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com