
Suasana siang hari di Dusun Gesing, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan mendadak hangat dan ramai oleh gelak tawa para lansia.
Usia senja sering kali diidentikkan dengan melemahnya tubuh dan keterbatasan gerak, padahal proses penuaan tetap bisa dijalani dengan tubuh yang sehat dan bugar.
Tingginya populasi lansia di Desa Widoro dan pentingnya pengetahuan mengenai sarkopenia dan kebugaran tubuh mendorong tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Moro Donorojo 2026 menghadirkan program “Waras Sesarengan: Lansia Aktif, Otot Kuat, Hidup Berkualitas”.
Program ini menjadi upaya promotif dan preventif untuk mencegah sarkopenia pada lansia.
Sarkopenia adalah kondisi kesehatan yang ditandai dengan hilangnya massa dan kekuatan otot rangka secara progresif. Kondisi ini dipicu oleh faktor penuaan, kurangnya aktivitas fisik, serta riwayat penyakit.
Selain menyebabkan kelemahan fisik dan keterbatasan gerak, sarkopenia juga dapat menurunkan kualitas hidup, memengaruhi kondisi psikologis, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit. Kondisi ini dapat dicegah dan ditangani melalui latihan otot dan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang.

Sebagai upaya pencegahan tersebut, program ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai langkah awal untuk mendorong penerapan kebiasaan hidup aktif secara berkelanjutan.
Pertemuan pertama berfokus pada pemberian pemahaman dasar mengenai sarkopenia, praktik latihan kekuatan otot dan senam bersama. Pada pertemuan kedua, materi kembali diperkuat melalui materi lanjutan dan praktik senam.
Selain memperoleh edukasi mengenai sarkopenia, para lansia juga mendapatkan edukasi kesehatan lainnya, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG).

Kegiatan turut dilengkapi dengan berbagai permainan interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Antusiasme dan semangat para lansia di Desa Widoro membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap aktif dan menjalani hidup dengan penuh semangat.
Melalui langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama, program “Waras Sesarengan” bukan sekadar program kerja KKN, melainkan ruang bagi para lansia untuk belajar, bergerak, dan menjaga kebugaran bersama demi kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.
Penulis : Christine Chintia Tesalonika, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com