• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • Assessment Potensi Desa Pakunden untuk Penguatan BUMDes dan Ekonomi Produktif

Assessment Potensi Desa Pakunden untuk Penguatan BUMDes dan Ekonomi Produktif

  • Berita Utama DPkM, Berita Utama DPkM, Pengumuman DPkM, Pengumuman TTG, Pengumuman UMKM, SDGs 1 : Menghapus Kemiskinan, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 6 : Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, TTG, UMKM
  • 5 Maret 2026, 11.19
  • Oleh: jokow
  • 0

Magelang — Tim Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan assessment atas permintaan BUMDes Mitra Usaha Mandiri Pakunden di Desa Pakunden, Kabupaten Magelang, pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi pemanfaatan potensi sumber daya desa sekaligus merumuskan langkah strategis pengembangan ekonomi produktif berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Secara administratif, Desa Pakunden terdiri atas 9 dusun dan 35 RT yang tersebar di wilayah seluas ±308,823 hektare. Desa ini merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata sekitar 360 meter di atas permukaan laut. Secara morfologi, wilayah desa dialiri dua sungai besar, yakni Sungai Bunggu (Batang) dan Sungai Krasak, beserta beberapa anak sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi. Kondisi tanah yang subur berwarna hitam kelabu menjadikan wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya padi, tembakau, dan sayur-sayuran. Assessment yang juga menjadi bagian dari pengabdian Universitas Gadjah Mada ini menyoroti beberapa potensi unggulan desa yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, Desa Pakunden memiliki sumber daya alam dan usaha produktif yang cukup beragam. Desa memiliki sumber mata air dengan debit tinggi yang saat ini dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum sekitar 100 rumah tangga melalui metode gravitasi tanpa pengolahan. Potensi ini dinilai sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) setelah melalui proses pengolahan dan uji kualitas yang memadai. Selain itu, terdapat unit usaha peternakan bebek petelur berjumlah sekitar 300 ekor yang telah berjalan dan berpotensi ditingkatkan skala maupun manajemennya untuk mendukung pendapatan desa.

 

Pada sektor perikanan, terdapat dua kolam budidaya ikan gabus dengan total populasi sekitar 3.000 ekor. Modal awal benih sekitar Rp1.000 per ekor, dengan harga panen mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram (±4–5 ekor per kg), sehingga komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup baik apabila didukung manajemen pakan dan pemasaran yang optimal. Sementara itu, komoditas perkebunan berupa cabai jawa sebanyak ±100 batang juga menunjukkan prospek menjanjikan. Tanaman ini mulai panen pada usia enam bulan dan dapat produktif hingga puluhan tahun, dengan harga jual cabai jawa kering mencapai sekitar Rp250.000 per kilogram saat panen.

Dari hasil assessment, BUMDes dan pemerintah desa menyampaikan kebutuhan prioritas berupa pelatihan pengolahan air untuk pengembangan AMDK, pendampingan uji kualitas air di Desa Pakunden, penguatan kapasitas sumber daya manusia serta kelembagaan BUMDes, serta perumusan strategi peningkatan ekonomi produktif desa.

Melalui kegiatan assessment ini, diharapkan tersusun peta jalan pengembangan usaha desa yang lebih terarah dan berbasis potensi lokal. Optimalisasi sumber daya air, penguatan sektor peternakan dan perikanan, serta pengembangan komoditas unggulan diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi Desa Pakunden sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan unit usaha desa, memastikan akses air bersih dan sanitasi layak melalui rencana pengolahan sumber mata air menjadi produk AMDK, mengurangi kemiskinan melalui peningkatan ekonomi produktif masyarakat, serta memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan melalui kolaborasi antara BUMDes, pemerintah desa, dan perguruan tinggi.

Tags: #SDG1 #SDG17 #SDG6 #SDG8

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY