Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • Mahasiswa KKN-PPM UGM Analisis Potensi Batik Tulis Girirejo untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Desa

Mahasiswa KKN-PPM UGM Analisis Potensi Batik Tulis Girirejo untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Desa

  • Berita Utama DPkM, KKN, SDGs 1 : Menghapus Kemiskinan, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education), SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 20 Desember 2025, 19.06
  • Oleh: dwi.nur.halimah
  • 0

Batik tulis telah menjadi bagian integral dari identitas budaya masyarakat Desa Girirejo. Di tengah pesatnya perkembangan industri batik modern yang semakin cepat dan praktis, tradisi membatik secara manual masih dipertahankan oleh sebagian warga setempat. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan analisis potensi ekonomi kreatif sekaligus mengangkat kembali nilai tradisi membatik yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah perajin batik di Girirejo. Mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan observasi proses produksi, mendokumentasikan tahapan membatik, serta melaksanakan wawancara mendalam dengan para perajin dan tokoh masyarakat. Pendekatan tersebut bertujuan untuk memahami perkembangan batik tulis Girirejo, tantangan yang dihadapi perajin, serta peluang pengembangan batik sebagai bagian dari ekonomi kreatif desa.

Salah satu narasumber yang ditemui adalah Bapak Giman, Ketua RT 05 Pedukuhan Tegalrejo, Payaman. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar perajin batik di Girirejo saat ini merupakan generasi lanjut usia yang telah menekuni seni membatik sejak puluhan tahun lalu. “Sekarang kebanyakan yang masih aktif membatik itu sudah sepuh. Dulu sehari bisa puluhan potong, sekarang satu bulan kadang hanya beberapa,” ungkapnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelestarian batik Girirejo tetap penting agar pengetahuan dan keterampilan membatik tidak terputus dan dapat dikenalkan kepada generasi muda.

Proses membatik di Girirejo masih dilakukan dengan ketelitian tinggi. Para perajin menggunakan beragam jenis malam sesuai fungsinya, mulai dari malam mrining hingga lerob, serta memanfaatkan alat tradisional seperti angsang halus dan selak kasar. Pada motif tertentu, teknik khusus seperti ngerok maupun penambahan malam mbroni masih dipertahankan untuk menghasilkan karakter warna dan pola yang khas. Kompleksitas proses ini menjadikan batik tulis Girirejo memiliki nilai seni serta keunikan yang membedakannya dari batik produksi massal.

Di sisi lain, perajin batik Girirejo menghadapi berbagai tantangan. Persaingan dengan batik printing membuat batik tulis kurang diminati karena membutuhkan waktu produksi yang lebih lama dan memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi. Selain itu, pemasaran batik masih terbatas pada lingkup lokal, meskipun beberapa perajin pernah mengikuti pameran di luar daerah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya minat generasi muda untuk terlibat dalam proses membatik, sehingga regenerasi perajin menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Meski menghadapi tantangan tersebut, batik Girirejo menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain memiliki nilai budaya yang kuat dan melekat pada identitas masyarakat desa, batik tulis juga berpeluang menjadi penggerak ekonomi kreatif desa apabila didukung secara berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas perajin, memperluas akses pasar, serta mendorong inovasi tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Melalui kegiatan analisis potensi ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berupaya berkontribusi dalam mengenalkan kembali batik Girirejo sebagai warisan budaya yang bernilai sekaligus aset ekonomi desa. Inisiatif ini tidak hanya diarahkan pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada penciptaan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Dengan penguatan kapasitas perajin, perluasan akses pendidikan, serta keterlibatan generasi muda, batik Girirejo diharapkan dapat terus hidup, berkembang, dan tetap relevan di tengah dinamika industri kreatif modern.

 

Sumber tulisan: Gisela Atalia Early
Editor: DnHalimah&Ainun, Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Imogiri, Bantul 2025

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY