Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Kampung Madu Kedungpoh Lor Siap Menjadi Destinasi Eduwisata yang Menginspirasi

Kampung Madu Kedungpoh Lor Siap Menjadi Destinasi Eduwisata yang Menginspirasi

  • KKN, SDGs 1 : Menghapus Kemiskinan, SDGs 2 : Tanpa Kelaparan, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur
  • 29 Agustus 2025, 16.19
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0

Pasar Kampung Madu. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO174 Nglipar, Kab. Gunung Kidul

Dusun Kedungpoh Lor yang terletak di Nglipar, Gunungkidul, DI Yogyakarta, telah dikenal sebagai penghasil madu alami dan pusat kegiatan berbasis masyarakat yang patut diapresiasi. Kampung Binaan PLN, hasil kolaborasi antara PLN, UGM, dan masyarakat Kedungpoh ini memiliki berbagai kelompok swadaya masyarakat yang aktif bergerak, seperti Kelompok Wanita Tani, Kelompok Petani Madu, dan Kelompok Bank Sampah. Kegiatan utama meliputi budidaya lebah madu Apis cerana , pengelolaan Pasar Kampung Madu, pengoperasian greenhouse , pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pelestarian Hutan Rakyat Pandanwangi yang menjadi aset penting dalam mendukung keberlanjutan desa.

Dalam upaya meningkatkan potensi lokal tersebut, rencana pembangunan eduwisata Kampung Madu diharapkan mampu memperkenalkan keunikan desa ini kepada khalayak luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Eduwisata ini akan menggabungkan aspek edukasi, budaya, dan pariwisata untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kemudian, pada 2025 PLN berencana melakukan pengelolaan dan pemberian fasilitas kepada kelompok seni tradisional dan mengintegrasikan aktivitas Kedungpoh sebagai desa eduwisata. Dan exit program di tahun 2026, PLN berkeyakinan Kedungpoh sudah berdaya melalui eduwisata berbasis budidaya lebah madu”, jelas Adi, Manager PLN UP3 Yogyakarta.

Eduwisata Kampung Madu akan menggabungkan pengalaman belajar, rekreasi, dan eksplorasi budaya. Pengunjung tidak hanya diajak untuk menikmati suasana pedesaan yang asri, tetapi juga memahami proses budidaya lebah madu, pengelolaan sampah, hingga pembuatan produk organik seperti pupuk vermikompos.

RENCANA PAKET WISATA  KAMPUNG MADU KEDUNGPOH LOR 

PAKET STUDI BANDING

Pengunjung dapat belajar dari alam dan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru tentang budidaya lebah madu, pengelolaan desa wisata, dan produktivitas lokal.

  •  10 orang.Rp. 200.000/orang

Fasilitas : Narasumber, cemilan 1x, makan prasmanan 1x, budidaya lebah madu Apis cerana , Pasar Kampung Madu, Greenhouse, Pengelolaan sampah organik dan Anorganik, Hutan Rakyat Pandanwangi

Pendopo    (speaker, LCD, tikar)

  • 11 — 20 orang Rp. 120.000/orang

Fasilitas : Narasumber, cemilan 1x, makan prasmanan 1x, budidaya lebah madu Apis cerana, Pasar Kampung Madu, Greenhouse, Pengelolaan sampah organik dan Unorganik, Hutan Rakyat Pandanwangi

Pendopo    (speaker, LCD, tikar)

  • 21 – 30 orang Rp. 100.000/orang

Fasilitas : Narasumber, cemilan 1x, makan prasmanan 1x, budidaya lebah madu Apis cerana, Pasar Kampung Madu, Greenhouse, Pengelolaan sampah organik dan Unorganik, Hutan Rakyat Pandanwangi

Pendopo    (speaker, LCD, tikar)

  • >30 orang Rp. 50.000/orang
Remaining Time

Fasilitas : Narasumber, cemilan 1x, makan prasmanan 1x, budidaya lebah madu apis cerana, Pasar Kampung Madu, Greenhouse, Pengelolaan sampah organik dan Unorganik, Hutan Rakyat Pandanwangi

Pendopo    (speaker, LCD, tikar)

PAKET EDUKASI

Pembuatan pupuk vermikomposting : Belajar proses pembuatan pupuk dari kotoran sapi menjadi pupuk organik/kompos siap pakai

  • Minimal 5 orang           = Rp. 40.000/orang
  • 6 — 10 orang                   = Rp. 35.000/orang
  • 11 — 20 orang                 = Rp. 30.000/orang
  • 21 — 30 orang                 = Rp. 25.000/orang
  • >30 orang                        = Rp. 10.000/orang 

Fasilitas :Narasumber, Pendopo

Budidaya Cacing. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO174 Nglipar, Kab. Gunung Kidul

Stup Lebah : Belajar proses pembuatan Stup Lebah

  • Minimal 5 orang           = Rp. 50.000/orang
  • 6 — 10 orang                   = Rp. 40.000/orang
  • 11 — 20 orang                 = Rp. 30.000/orang
  • 21 — 30 orang                 = Rp. 25.000/orang
  • >30 orang                        = Rp. 15.000/orang

Fasilitas :Narasumber, Pendopo

Stup Lebah. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO174 Nglipar, Kab. Gunung Kidul

Lebah Madu : Budidaya Lebah Madu Apis Cerana

  • Minimal 5 orang           = Rp. 50.000/orang
  • 6 — 10 orang                   = Rp. 40.000/orang
  • 11 — 20 orang                 = Rp. 30.000/orang
  • 21 — 30 orang                 = Rp. 25.000/orang
  •  >30 orang                       = Rp. 15.000/orang

Fasilitas :Narasumber,Pendopo

Bank Sampah : Belajar pengelolaan sampah

  • Minimal 5 orang           = Rp. 50.000/orang
  • 6 — 10 orang                   = Rp. 40.000/orang
  • 11 — 20 orang                 = Rp. 30.000/orang
  • 21 — 30 orang                 = Rp. 25.000/orang
  •  >30 orang                       = Rp. 15.000/orang

         Fasilitas :Narasumber, Pendopo  

Camping Ground : Kemah di Hutan Rakyat Pandanwangi

  • Minimal 5 orang           = Rp. 50.000/orang
  • 6 — 10 orang                   = Rp. 40.000/orang
  • 11 — 20 orang                 = Rp. 30.000/orang
  • 21 — 30 orang                 = Rp. 25.000/orang
  •  >30 orang                       = Rp. 15.000/orang

Fasilitas :Narasumber, Pendopo

PAKET OUTBOND

  • Minimal 30 orang         = RP. 185.000/orang
  • 31 — 50 orang                 = Rp. 165.000/orang
  • 51 — 100 orang              = Rp. 150.000/orang
  • >100 orang                     = Rp. 140.000/orang

Fasilitas : Icebreaking, 3 game, guide, fasilitator, cemilan lokal 1x, makan prasmanan 1x

Kegiatan Outbound MAPALA. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO174 Nglipar, Kab. Gunung Kidul

Pembangunan eduwisata ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Dengan program wisata yang terstruktur, Kampung Madu Kedungpoh Lor siap menjadi destinasi unggulan yang menginspirasi. Kampung Madu Kedungpoh Lor bukan sekadar tempat untuk berkunjung, tetapi juga ruang belajar, berbagi, dan mendapatkan inspirasi dari harmoni yang terjalin antara manusia, alam, dan tradisi.

Penulis: Dwi Rini Wahyuningsih, Mahasiswa Fakultas Geografi UGM, KKN-PPM Unit 2024-YO174 Nglipar, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta

Artikel ini telah tayang di Kompasiana.com

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY