Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Panen Air dari Kabut Inovasi Tim KKN UGM Atasi Krisis Air di Musim Kemarau

Panen Air dari Kabut Inovasi Tim KKN UGM Atasi Krisis Air di Musim Kemarau

  • KKN, SDGs 2 : Tanpa Kelaparan, SDGs 6 : Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau
  • 6 Agustus 2025, 10.54
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0

Musim kemarau sering kali identik dengan tantangan krisis air di berbagai daerah. Namun, di tengah lanskap berkabut Desa Gantang, Dusun Popohan, sebuah solusi inovatif kini telah terpasang, menawarkan harapan baru. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), para mahasiswa berhasil memperkenalkan teknologi fog harvesting atau panen kabut, sebuah metode cerdas untuk mendapatkan air bersih langsung dari udara.

Di balik program inovatif ini, ada kolaborasi apik dari para mahasiswa. Perencanaan matang disusun oleh Ridha Sandy Bathari (Mahasiswa Teknik Sipil Sekolah Vokasi), sementara eksekusinya di lapangan dipimpin oleh Zahra Nurmalita (Mahasiswa Teknik Sipil). Agar teknologi ini dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat, proses sosialisasi dilakukan oleh Alya Rohamatun Nafi’ah (Mahasiswa Kehutanan).

Fog Harvesting. Foto KKN-PPM UGM Sowan Sawangan

Secara sederhana, fog harvesting adalah teknologi untuk “memanen” air dari kabut. Alat ini bekerja dengan cara menangkap butiran-butiran air kecil yang terkandung dalam kabut tebal menggunakan jaring khusus. Butiran air tersebut kemudian akan terkumpul, menyatu, dan mengalir ke dalam wadah penampungan sebagai air bersih yang siap dimanfaatkan. Program ini dipilih karena potensinya yang besar untuk membantu warga menghadapi kelangkaan air, terutama saat musim kemarau tiba.

Zahra dan Alya bersama salah satu pemuda Dusun Popohan berpose di depan alat penangkap kabut. Foto: KKN-PPM UGM Sowan Sawangan

Pemasangan alat panen kabut ini dilaksanakan pada bulan Juli lalu di salah satu lahan milik warga di Dusun Popohan. Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara seluruh tim KKN dengan warga setempat. Warga tidak hanya membantu dalam proses pemasangan, tetapi juga pemilik lahan yang dengan sukarela menyediakan tempatnya untuk instalasi alat ini.

Manfaat utama yang diharapkan tentu saja adalah tersedianya sumber air alternatif bagi warga. Dengan adanya alat ini, warga memiliki harapan untuk tidak lagi terlalu bergantung pada sumber air konvensional yang debitnya sering kali menurun drastis saat kemarau panjang.

Close-up Shot alat penangkap kabut. Foto KKN-PPM UGM Sowan Sawangan

Program ini tidak dirancang untuk berhenti setelah masa KKN usai. Ada rencana keberlanjutan yang jelas untuk alat panen kabut ini. Ke depannya, pemeliharaan akan terus dilakukan, dan ada wacana untuk memperluas dimensi jaring penangkap kabut. Dengan jaring yang lebih lebar, volume air yang bisa dihasilkan pun diharapkan akan semakin besar, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa dengan sentuhan teknologi yang tepat guna dan kolaborasi yang kuat, tantangan alam seperti krisis air dapat dicarikan solusinya secara kreatif dan berkelanjutan.

Penulis: Luthfi Massaid, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Sekolah Vokasi UGM, Sedang melaksanakan KKN-PPM di Sawangan, Kab. Magelang.

Artikel ini telah di muat di kumparan.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY