
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pembekalan keterampilan hidup dan penguatan karakter kepada puluhan siswa SMP Negeri 1 Kei Kecil di Kabupaten Maluku Tenggara melalui program bertajuk Jaga Remaja. Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga sadar akan kesehatan diri dan lingkungan sosial.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Manyeuw. Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai sesi penyuluhan yang mengangkat lima isu utama yang kerap dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari. “Kami melihat siswa-siswa di sini sangat kritis dan aktif, dengan antusiasme luar biasa dalam setiap sesi diskusi dan kuis interaktif,” ujar Liva Amarelia Pratista, Mahasiswa Farmasi UGM yang sebagai anggota Tim KKN-PPM UGM Manyeuw, di Ohoi Debut ,Selasa (22/7/2025).
Salah satu isu yang dibahas adalah penggunaan kosmetik yang aman, mengingat tingginya minat remaja terhadap produk kecantikan yang belum tentu memiliki izin edar resmi. Mahasiswa tersebut memberikan edukasi seputar kandungan berbahaya dalam produk ilegal serta pentingnya literasi produk sebelum penggunaan.
Isu lain yang menjadi perhatian adalah bahaya penyalahgunaan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya). Dalam sesi ini, siswa dikenalkan pada berbagai bentuk zat berbahaya, dampaknya terhadap tubuh dan mental, serta strategi pencegahan berbasis penguatan karakter dan ketahanan diri. “Program ini dirancang untuk membentuk karakter remaja yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peduli pada kesehatan diri,” kata Liva.
Selain itu, Tim KKN-PPM UGM juga memberikan pelatihan pertolongan pertama dasar bagi para siswa, seperti penanganan luka ringan, pingsan, hingga kondisi darurat ringan lainnya. Materi ini dimaksudkan agar remaja memiliki kesiapsiagaan dalam situasi tak terduga dan mampu bertindak cepat secara mandiri. “Kami percaya keterampilan ini akan sangat berguna baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan sosial,” ujarnya.
Pernikahan dini turut menjadi bahasan penting, mengingat tingginya angka praktik tersebut di Maluku Tenggara. Para siswa diajak memahami dampak negatifnya melalui pendekatan naratif berbasis cerita dan data lokal, terutama terhadap pendidikan dan kesehatan jangka panjang.
Topik terakhir yang disampaikan adalah kenakalan remaja, mulai dari bullying, tawuran, hingga pengaruh pergaulan bebas. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi terbuka untuk mengenali tekanan sosial yang mereka hadapi dan cara menyusun strategi untuk menghadapinya secara sehat dan positif.
Kepala SMP Negeri 1 Kei Kecil, Emiliana Jamlean, menyambut baik kegiatan tersebut karena tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menumbuhkan kepemimpinan dan kemandirian siswa. Ia berharap program seperti ini bisa terus berlanjut agar sekolah menjadi ruang tumbuh yang aman dan mendukung bagi remaja. “Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan,” kata Emiliana.
Sumber berita: rri.co.id