Jumat, 13 Februari 2026 – Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPkM UGM) bersama Regional Centre of Expertise (RCE) Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan dengan tema “RCE Yogyakarta Healing Day: Recharge, Connect, and Refresh” di Museum Biologi UGM, yang berlangsung pada pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, Jumat (13/2). Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari pihak perguruan tinggi seperti Dr. Djoko Santoso, S.Si., M.Si. (Kepala Sub Direktorat Pemberdayan Masyarakat -UGM) Azri Faisal Nabhan.,S.S., M.M., (DPkM UGM), Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng., (Dosen Biologi UGM) dan Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D. (Dosen Fakultas Teknik UGM), hingga perwakilan berbagai komunitas seperti Komunitas Sayur Sleman, TBM R.M. Suryowinoto, Wardah Inspiring Teacher, Go English, Sekolah Marjinal, Difapedia, Gerakan Cinta Code, dan Desamind.
![]() |
Tujuan utama dari agenda ini adalah untuk menjalin komunikasi antar komunitas guna menggali potensi positif serta berbagi kelebihan dan kekurangan masing-masing melalui ruang diskusi. Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Koordinator RCE Youth Yogyakarta dan dosen DTAP UGM, menekankan pentingnya penyelarasan agenda ke depan agar seluruh komunitas dapat maju bersama. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Bapak Dr. Djoko Santoso, S.Si., M.Si. selaku Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada yang mengapresiasi kolaborasi aktif antar komunitas tersebut.
![]() |
Dalam sesi diskusi, Mas Janu Muhammad, selaku Founder dan CEO Sayur Sleman sekaligus salah satu koordinator RCE Asia Pasifik memaparkan beberapa poin strategis terkait peluang kolaborasi internasional. Beliau menyampaikan rencana program tahun ini yang akan menghubungkan komunitas di Yogyakarta dengan mitra di Jepang untuk menangani isu sampah sebagai masalah lingkungan paling krusial di Yogyakarta. Selain itu, terdapat rencana penyelenggaraan ASEAN Leadership Forum di Yogyakarta yang akan mengangkat tema pertanian, pendidikan, AI, dan lapangan kerja melalui skema presentasi komunitas serta kunjungan lapangan. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi belajar bersama tim Museum Biologi yang dipandu oleh Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng.
![]() |
Kegiatan ini disambut hangat oleh para pegiat komunitas dari berbagai lintas generasi dan fokus pengabdian. Farah Raihanah, selaku koordinator Go English Social Community yang mewakili unsur mahasiswa, mengungkapkan antusiasmenya atas kesempatan belajar bersama jaringan RCE Youth Yogyakarta. Menurutnya, ruang diskusi santai seperti ini telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan komunitas dalam beberapa tahun terakhir, karena setiap lembaga dapat saling bertukar wawasan dan memperkuat satu sama lain.
![]() |
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, agenda ini juga menjadi manifestasi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini tercermin melalui penguatan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat peran aktif komunitas pendidikan, serta SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) melalui fokus kolaborasi penanganan sampah di Yogyakarta. Puncaknya, inisiatif ini memperkokoh SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan terciptanya jejaring strategis yang menghubungkan komunitas lokal, akademisi, hingga sektor internasional demi dampak sosial yang lebih luas.



