
Lereng Gunung Merapi kembali menjadi saksi upaya pelestarian flora endemik. Sebanyak 26 mahasiswa KKN-PPM periode IV tahun 2025 menanam anggrek Vanda tricolor di Kawasan Ekowisata Kalitalang, Desa Balerante, Kemalang, Klaten. Penanaman dilakukan secara simbolis di taman umum kawasan parkir ekowisata, dengan pendampingan langsung dari Kasubdit KKN DPKM UGM, Prof. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D. IPM. serta Dosen Pembimbing Lapangan, Drs. Iqmal Tahir, M.Si.
Aksi ini tidak berdiri sendiri. Mahasiswa menggandeng mitra CSR Yayasan Astra Honda Motor, komunitas Kagama KM3, dan Kagama Tanaman Hias. Kolaborasi tersebut lahir dari keprihatinan atas semakin langkanya anggrek Vanda tricolor di alam liar. Spesies yang dikenal juga dengan nama Vanda suavis ini kerap diburu karena keindahan bunganya, sementara masa pertumbuhannya relatif panjang sehingga populasinya sulit pulih.
Menurut Iqmal Tahir, penanaman anggrek bukan hanya langkah konservasi, tetapi juga strategi pengembangan eduwisata. Anggrek Vanda suavis memiliki rona bunga yang cantik dan aroma harum. Selain melindungi keanekaragaman hayati, sehingga berharap menjadikannya ikon wisata di kawasan Merapi. Ia menambahkan, keberadaan anggrek dapat menciptakan spot taman estetik yang menarik bagi wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui wisata fotografi dan kegiatan edukasi lingkungan.
Untuk menjamin kelangsungan hidup tanaman, anggrek ditempatkan di lokasi strategis yang berada di bawah pengelolaan Pokdarwis Balerante. Dengan pengawasan intensif, perawatan dapat dilakukan secara terukur. Perangkat Desa Balerante, Jainu, menyambut positif inisiatif ini. Ia meyakini anggrek akan menambah daya tarik wisata, terutama saat musim berbunga antara Agustus hingga Oktober. “Anggrek Vanda tricolor yang dikembangbiakkan di Kalitalang akan menjadi magnet baru bagi pengunjung,” katanya.
Mahasiswa KKN juga merancang pemeliharaan berbasis teknologi. Sistem Internet of Things (IoT) akan digunakan untuk mengontrol mikroklimat, otomatisasi penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Selain itu, teknologi kultur jaringan tengah dipertimbangkan untuk memperbanyak tanaman secara massal, sehingga populasi anggrek dapat terus bertambah tanpa mengganggu habitat aslinya.
Upaya ini menunjukkan bahwa pelestarian flora endemik tidak hanya berbicara tentang menjaga ekosistem, tetapi juga tentang membangun masa depan pariwisata dan ekonomi lokal. Lereng Merapi kini tidak hanya menyimpan cerita tentang erupsi dan bencana, tetapi juga tentang harapan baru yang tumbuh dari bunga anggrek Vanda tricolor.