Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. Ritmaleni, S.Si, Camat IV Koto Subchan, beserta jajaran Wali Nagari dan Kapolsek IV Koto berfoto bersama mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Tapak Koto saat acara penerimaan di Kantor Camat IV Koto, Agam, Senin, 22 Juni 2026. (Foto : Dok. KKN UGM Tapak Koto)
Tim Tapak Koto mengusung tema “Peningkatan dan Pemulihan Kapasitas Masyarakat Desa dalam Mengembangkan Potensi Pertanian dan Pariwisata sebagai Upaya Mewujudkan Desa yang Mandiri dan Berkelanjutan Pascabencana”. Program ini secara khusus menyasar Nagari Balingka dan Nagari Koto Panjang. Kedua nagari tersebut merupakan wilayah yang sempat terdampak bencana banjir bandang atau galodo pada November 2025 lalu. Kehadiran para mahasiswa diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi ekonomi serta sosial masyarakat desa (mendukung Capaian SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, dan SDGs 3 Kehidupan sehat dan sejahtera.
Camat IV Koto Subchan, menyambut baik kedatangan seluruh anggota tim. Ia berharap program KKN Tapak Koto ini menjadi jembatan nyata antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemulihan pascabencana. Subchan juga berharap mahasiswa UGM dapat membawa inovasi serta solusi yang berkelanjutan bagi Nagari Balingka dan Nagari Koto Panjang. Kolaborasi ini dinilai sangat penting demi kebangkitan nagari.
Mahasiswa Tim Tapak Koto sendiri berasal dari empat kluster keilmuan, yaitu Saintek, Medika, Soshum, dan Agro. Mereka bertugas mulai 21 Juni hingga 8 Agustus 2026. Para mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, serta melaksanakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga setempat.