
Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menjalankan program pengabdian, mereka juga langsung terjun membantu meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di sejumlah lembaga belajar Al-Qur’an dan madrasah diniyyah.
Salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM, Triana Yunycha, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Arab, bersama rekan-rekannya aktif mengajar di beberapa lembaga pendidikan Islam yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga pengajar.
Setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu, tim KKN mengajar di Madrasah Diniyyah Al-Khasanah Dusun Siparuk dengan materi Bahasa Arab, Fiqih, dan Gharib. Sementara pada hari Selasa dan Kamis, mereka mengajar para santri di TPQ Dusun Karangmulya, Desa Sikasur.
Triana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian sekaligus upaya berbagi ilmu yang dimiliki mahasiswa kepada masyarakat.
“Kalau dari saya dan teman-teman pribadi, tujuan kami untuk berbagi skill yang kami punya. Namun setelah melaksanakan observasi lapangan, kami menemukan masih ada lembaga pendidikan Al-Qur’an yang secara kelembagaan belum terbentuk, kekurangan tenaga pengajar, dan metode pembelajarannya menurut saya belum interaktif serta belum cukup memahamkan santri,” ujar Triana, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, hasil observasi menjadi dasar bagi tim KKN untuk memfokuskan salah satu program kerja di bidang pendidikan keagamaan. Mereka berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memberikan metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh para santri.
Triana juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa KKN sangat tinggi. Hal itu terlihat saat tim melakukan observasi di Madrasah Diniyyah Dusun Siparuk.
“Bahkan ustaz di Dusun Siparuk sangat senang ketika kami datang melakukan observasi. Beliau sempat menanyakan apakah Dusun Siparuk juga mendapat jatah sasaran dari mahasiswa KKN,” katanya.
Ia menjelaskan, jumlah tenaga pengajar di Madrasah Diniyyah Dusun Siparuk masih sangat terbatas. Sebagian besar pengajar bahkan berasal dari luar Desa Sikasur sehingga keberadaan mahasiswa KKN menjadi tambahan tenaga yang sangat membantu proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat pendidikan keagamaan di Desa Sikasur. Selain membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik, mereka juga berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif sehingga dapat meningkatkan semangat belajar para santri selama masa pengabdian berlangsung.