Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Indonesia Mengajar menyelenggarakan acara IMTalks Goes to Campus di Ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM (6/6). Tema acara ini adalah “Kepemimpinan yang Berakar: Memulai Langkah dari Pemahaman Realita Lapangan.” Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa UGM yang berpartisipasi dalam program KKN-PPM, yang akan diterjunkan ke berbagai daerah di Indonesia, untuk memperkuat perspektif mereka tentang kepemimpinan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat.
Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Indonesia Mengajar: Yuga Putri Bramesti, alumni Gizi Kesehatan UGM angkatan 2015 dan Pengajar Muda Angkatan XIX di Nunukan, serta Anindita Rauda Kirana, alumni Pengajar Muda Angkatan XX di Musi Rawas yang saat ini menjabat sebagai Collaboration Project Manager di Indonesia Mengajar. Melalui sesi berbagi pengalaman dan diskusi interaktif, peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja, tetapi juga oleh kemampuan memahami realitas masyarakat dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yuga Putri Bramesti mengajak mahasiswa untuk menjadikan pengalaman di lapangan sebagai proses pembelajaran yang membentuk cara pandang dan kepemimpinan mereka di masa depan. “Saya merefleksikan pengalaman yang saya jalani selama beberapa tahun terakhir dan berbagai pelajaran yang saya peroleh saat hidup bersama masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang membentuk cara saya memandang pengabdian hingga saat ini. Karena itu, saya senang bisa berbagi dengan teman-teman mahasiswa yang akan berangkat KKN dan segera mengalami proses belajar yang serupa di lapangan,” terangnya.
Sementara itu, Anindita Rauda Kirana menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi yang akan ditemui selama menjalankan KKN. Menurutnya, fleksibilitas dan kemauan untuk belajar dari masyarakat merupakan kunci penting dalam proses pengabdian. “Yang pertama tentu meluruskan niat. Setelah itu, teman-teman perlu terbuka terhadap berbagai pengalaman baru, mau belajar dari masyarakat, serta mampu beradaptasi dengan kondisi yang mungkin berbeda dari yang dibayangkan sebelumnya. Harapannya, materi yang kami bagikan hari ini dapat menjadi bekal yang relevan ketika teman-teman terjun langsung ke masyarakat,” ungkapnya.
Diskusi yang berlangsung hangat mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Ni Luh Gede Mertari Apta Daivi, mahasiswa yang akan melaksanakan KKN-PPM di Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Menurutnya, kegiatan ini membuka perspektif baru mengenai makna pengabdian di masyarakat. “Acaranya sangat seru dan insightful. Selama ini kami banyak fokus mempersiapkan program kerja, tetapi melalui IMTalks saya jadi memahami bahwa yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami masyarakat secara lebih luas. Kegiatan ini membuat saya lebih siap menghadapi pelaksanaan KKN dan melihat pengabdian dari sudut pandang yang lebih menyeluruh,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Lentera Biru, mahasiswa peserta KKN-PPM yang akan bertugas di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Ia menilai bahwa IMTalks memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan pembangunan masyarakat. “Saya mengapresiasi Indonesia Mengajar dan DPkM UGM yang telah menghadirkan diskusi ini. Kegiatan ini membuka wawasan bahwa pendidikan dan pengabdian tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tetapi juga berkaitan dengan aspek ekonomi maupun sosial budaya. Harapannya, program-program yang kami jalankan selama KKN nantinya dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan IMTalks Goes to Campus, mahasiswa diajak untuk memandang KKN-PPM bukan hanya sebagai pelaksanaan program kerja selama masa pengabdian, tetapi juga sebagai ruang belajar untuk memahami dinamika masyarakat, membangun empati, dan mengembangkan kepemimpinan yang berakar pada realitas lapangan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara UGM dan Indonesia Mengajar dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial di masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas mahasiswa sebelum penerjunan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya program-program KKN yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan bekal pengalaman dan perspektif yang dibagikan para narasumber, mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat yang tidak hanya hadir untuk menjalankan program, tetapi juga belajar, berkolaborasi, dan tumbuh bersama masyarakat selama proses pengabdian berlangsung.
Penulis/Editor: DnHalimah&Sabri/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas Media Publikasi DPkM UGM