Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah meluncurkan kegiatan Bakti Kampus sebagai langkah awal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, dengan titik kumpul yang tersebar di halaman depan Kantor DPkM UGM, Pos Pemadam Kebakaran UGM, Fakultas Filsafat UGM, dan kawasan Lembah UGM (2-3/5).
Sebagai tahap awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian, Bakti Kampus tidak hanya difokuskan pada kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran awal untuk membangun solidaritas, komunikasi, dan kesiapan tim. Mahasiswa tersebar di berbagai titik seperti Jalan Pancasila Barat, Jalan Trengguli, Jalan Mahoni, hingga kawasan sekitar kampus untuk melakukan aksi bersih lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap ruang publik.
Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si., Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar aktivitas fisik. “Hari ini teman-teman tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga belajar berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Ini menjadi langkah awal untuk menata niat agar pengabdian yang dilakukan benar-benar tulus dan berdampak,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya momentum ini untuk membangun fondasi kerja tim. “Manfaatkan kesempatan ini untuk konsolidasi dengan DPL dan sesama anggota unit. Struktur organisasi yang jelas akan sangat membantu kelancaran program di lapangan nantinya,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata, memberikan pengarahan di titik kumpul halaman depan Kantor DPkM UGM. Ia menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian integral dari proses pendidikan mahasiswa. “KKN adalah ruang belajar nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan adaptasi di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN sangat ditentukan oleh kualitas interaksi. “Kunci utama adalah komunikasi yang baik, baik antar mahasiswa maupun dengan masyarakat. Karena pada akhirnya, mahasiswa akan hidup dan belajar bersama masyarakat,” jelasnya.
Pada hari kedua, Minggu (3/5), kegiatan Bakti Kampus kembali dilanjutkan dengan titik kumpul lokasi yang berbeda dari hari sebelumnya. Mahasiswa KKN-PPM UGM berkumpul di dua titik utama, yaitu Fakultas Filsafat UGM untuk lokasi 1 hingga 4, serta kawasan Lembah UGM untuk lokasi 5 hingga 8. Dari titik kumpul tersebut, mahasiswa kemudian bergerak menuju area yang telah ditentukan seperti Jalan Sosio Humaniora, Jalan Sosio Yustisia, Jalan Olahraga, hingga kawasan Lembah UGM untuk melaksanakan kerja bakti lanjutan.
Pada hari kedua pelaksanaan Bakti Kampus, mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan kegiatan membersihkan lingkungan di berbagai titik sekitar kampus, seperti kawasan Fakultas Filsafat UGM dan Lembah UGM. Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan sampah, menyapu area publik, serta menata kembali lingkungan agar lebih bersih dan nyaman. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan ruang publik yang sehat dan tertata.
Setelah kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, mahasiswa melanjutkan agenda dengan konsolidasi unit bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sesi ini, dilakukan pembentukan struktur organisasi seperti koordinator unit (kormanit), koordinator subunit (kormasit), serta pembagian peran lainnya. Selain itu, mahasiswa juga mulai merancang langkah awal seperti survei lokasi, perencanaan program kerja, hingga pencarian pondokan.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antar anggota tim. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang disiplin ilmu mulai membangun dinamika kelompok, saling mengenal, serta menyatukan visi dalam menjalankan program pengabdian. Proses ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kerja sama yang solid selama pelaksanaan KKN.
Pembagian lokasi Bakti Kampus yang terpusat di beberapa titik strategis turut mendukung efektivitas kegiatan serta distribusi mahasiswa yang merata. Hal ini memungkinkan kegiatan berjalan lebih terorganisir sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam memahami kondisi lingkungan yang beragam.
Melalui kegiatan Bakti Kampus, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan nilai empati, tanggung jawab, serta semangat kolaborasi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bahwa pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kesiapan tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara mental dan sosial.

Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Bakti Kampus juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui aksi nyata kepedulian lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan institusi.
Melalui semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak awal, mahasiswa KKN-PPM UGM diharapkan mampu menjalankan program pengabdian secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bakti Kampus menjadi titik awal perjalanan panjang pengabdian yang tidak hanya membentuk kontribusi sosial, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
Penulis/Editor: Dn Halimah & Sabri/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas Media Publikasi DPkM UGM