
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pembekalan bagi ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21-22 Februari dan 28 Februari – 1 Maret 2026 ini berlokasi di tiga tempat: Fakultas Peternakan, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Sekolah Vokasi.
Pembekalan selama dua hari ini dibagi menjadi delapan sesi, menghadirkan para pakar dan dosen UGM. Salah satu sesi penting pada 1 Maret 2026 di Ruang 9 Fakultas Peternakan, menghadirkan materi komprehensif. Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., mengawali sesi dengan memaparkan Sejarah KKN, menegaskan bahwa KKN adalah perwujudan tri dharma perguruan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai agen transformasi sosial. Ia mengingatkan bahwa sejak digagas di UGM, KKN dirancang sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan realitas masyarakat.
Materi Penerapan Manajemen Pengetahuan oleh Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D, menekankan pentingnya dokumentasi, refleksi, dan transfer pengetahuan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan dan terukur. Mahasiswa didorong untuk mengelola pengetahuan yang dihasilkan agar menjadi referensi bagi tim selanjutnya dan pemerintah desa.
Aspek keselamatan dan kesehatan menjadi perhatian melalui materi SHE (Safety, Health, and Environment) – K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang disampaikan oleh dr. Hani dari Gadjah Mada Medical Centre (GMC). Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai potensi risiko di lapangan, pencegahan, dan mitigasi agar program berjalan aman dan bertanggung jawab.
Sementara itu, drg. Elastria Widita, M.Sc., Ph.D., membawakan materi tentang Komunikasi Masyarakat, menyoroti pentingnya membangun relasi yang setara dengan masyarakat. Elastria mengajak mahasiswa untuk menerapkan teknik komunikasi partisipatif, mendengarkan aktif, dan menghargai kearifan lokal.

Pembekalan ini disambut antusias oleh peserta. Fitria Ramadhani, salah satu mahasiswa dari Fakultas Psikologi angkatan 2023, menyampaikan impresinya bahwa “Pembekalan memberikan gambaran jelas tentang teknis pelaksanaan dan lokasi penempatan KKN, “ungkapnya. Ia secara khusus tertarik pada materi komunikasi masyarakat, yang dinilai sangat relevan dengan kondisi di desa. Fitria berharap pada kegiatan selanjutnya dapat ditambahkan sesi studi kasus atau diskusi dan sharing session. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga semangat dan kesehatan selama KKN-PPM.
Melalui pembekalan ini, DPkM UGM kembali menegaskan komitmennya untuk menyiapkan mahasiswa secara akademik, etis, dan teknis, sekaligus mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada aspek pendidikan berkualitas, kesehatan, dan pembangunan komunitas yang inklusif.
Materi pembekalan yang telah diberikan mulai dari pemahaman sejarah, manajemen pengetahuan, komunikasi, hingga kesadaran SHE-K3, mahasiswa KKN-PPM diharapkan mampu menjadi mitra strategis masyarakat. Pembekalan ini menjadi fondasi agar KKN-PPM UGM tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi pengalaman transformatif dengan berdampak nyata.
Penulis/Editor: DnHalimah&Sabri/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas Media Publikasi DPkM UGM