
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) secara resmi menerima kembali peserta Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode 4 Tahun 2025 (18/2). Pelaksanaan KKN-PPM Periode 4 ini melibatkan mahasiswa dari 17 fakultas dan Sekolah Vokasi yang ada di UGM dengan 40 unit KKN-PPM yang tersebar di 10 provinsi. Inisiatif ini menjangkau 24 kabupaten/kota, 39 kecamatan, dan 80 desa/kelurahan, berhasil menuntaskan rangkaian pengabdian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM, selaku Kepala Sub Direktorat Pengelolaan KKN-PPM UGM, menyampaikan bahwa sebanyak 1.044 mahasiswa mengikuti KKN-PPM Periode 4 Tahun 2025 dan seluruhnya kembali ke Yogyakarta dengan selamat. Ia menekankan kekompakan tim mahasiswa serta sinergi yang baik dengan para mitra yang mendukung kelancaran program. “Kami bersyukur seluruh mahasiswa dapat kembali dengan selamat untuk melanjutkan studi di UGM,” terangnya.
KKN-PPM Periode 4 Tahun 2025 dilaksanakan selama 50 hari, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 7 Februari 2026. Selain mahasiswa dalam negeri, program ini juga diikuti oleh mahasiswa asing dari berbagai negara, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia, baik yang secara khusus mengikuti program KKN maupun yang tergabung dalam program International Undergraduate Program (IUP).
Ayu Mei Saharani, Kormasit JT-168 yang melaksanakan KKN di Desa Girimulyo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, mengungkapkan pengalamannya mengembangkan program bertema pengembangan sapi merah. Program tersebut merupakan inisiatif baru dari DPRD setempat yang mendapat sambutan positif dari masyarakat serta dukungan lintas instansi. “Masyarakat sangat terbuka dan mendukung, sehingga program dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes, dalam rangkaian penerimaan menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan bagian penting dari proses pengembangan karakter mahasiswa UGM, yang terintegrasi sejak awal masa studi hingga menjelang kelulusan. Ia menyebut KKN sebagai kegiatan pengabdian yang sekaligus memiliki nilai akademik. “Setiap pengabdian kecil sejatinya adalah langkah besar bagi UGM dalam menyebarkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi dan ungkapan terima kasih disampaikan kepada seluruh mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Koordinator Wilayah (Korwil), mitra strategis, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan KKN di berbagai daerah. Sinergi yang terbangun selama pelaksanaan KKN menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan program pengabdian UGM di masa mendatang.
Program KKN-PPM UGM selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengurangan ketimpangan. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan wilayah, tetapi juga memperoleh pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
KKN-PPM menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara nyata, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial, tanggung jawab, dan karakter kepemimpinan. Kolaborasi antara UGM, mitra, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai wujud komitmen bersama dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Penulis/Editor: DnHalimah&Ainun/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas DPkM UGM