
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM UGM) menyelenggarakan Workshop Kemitraan Nasional dan Expo KKN-PPM UGM di Student Center, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa (GIK) UGM (10 dan 11/2). Kegiatan selama dua hari ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara universitas, pemerintah daerah, lembaga mitra, dan pemangku kepentingan lainnya dalam penguatan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang tepat guna dan berkelanjutan.
Workshop kemitraan dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor guna memastikan program KKN-PPM selaras dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan daerah dan nasional. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari mitra pemerintah daerah dari berbagai provinsi, Koordinator Wilayah (Korwil), serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan bahwa KKN-PPM UGM merupakan instrumen penting dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di masyarakat. Ia menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor agar program pengabdian mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Pelibatan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, industri, lembaga sosial, alumni, serta masyarakat menjadi kunci agar pengabdian tidak berhenti pada aktivitas yang bersifat temporer, tetapi menjadi arena transformasi sosial yang berkelanjutan,” tegasnya. Ia berharap forum tersebut dapat menyelaraskan perspektif para pemangku kepentingan sekaligus merumuskan model kemitraan yang lebih terstruktur dalam mendukung capaian KKN-PPM UGM.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., dalam laporan pembukaan menyampaikan bahwa workshop dan expo ini dirancang sebagai forum refleksi sekaligus proyeksi penguatan KKN-PPM ke depan. Menurutnya, integrasi kolaborasi antara mitra dan pemangku kepentingan di tingkat daerah dan pusat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program. “Tujuan kemitraan ini adalah mengintegrasikan kebutuhan mitra dan stakeholder agar menghasilkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Mahrus, S.St.Pi, M.Si, menyampaiakan Keynote Speech dari Menteri Kelauatan dan Perikanan Republik Indonesia yang mengangkat tema “Kampung Nelayan: Sinergi Kebijakan Nasional, Pemerintah Daerah, dan KKN-PPM Berdampak dalam Penguatan Pangan dan Lingkungan.” Paparan tersebut menyoroti peran strategis KKN-PPM dalam mendukung kebijakan nasional melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan agenda strategis berbasis kemitraan multipihak yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan dan unit usaha nelayan. Menurutnya, sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan KKN-PPM, menjadi pondasi penting untuk mendorong transformasi sosial-ekonomi dan peningkatan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian acara workshop dilakukan pembukaan Expo KKN-PPM UGM secara simbolis melalui peninjauan booth pameran oleh jajaran pimpinan UGM dan tamu undangan. Pameran ini menampilkan praktik baik dan capaian KKN-PPM dari berbagai wilayah, yang mencerminkan kontribusi mahasiswa dalam penguatan ketahanan pangan dan lingkungan, berupa foto dan video hasil KKN-PPM UGM.
Rangkaian kegiatan workshop juga mengahadirkan narasumber kompeten dalam Talk Show bertajuk “Bukti Nyata Pengabdian: KKN-PPM UGM dan Transformasi Desa” yang menghadirkan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas Ir. Tubagus Achmad Choesni, MA,. M.Phil, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY Andriyan Muryanto, S.H., M.A. Diskusi menyoroti penguatan kemitraan KKN-PPM berbasis pemahaman sosial dan data, pentingnya penyelarasan program pengabdian dengan kebutuhan dan potensi daerah, serta dorongan terhadap keberlanjutan dan replikasi praktik baik agar KKN mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Pada sesi siang, Mitra Talk bertema “When Industry Meets Society: Sinergi Industri dan Mahasiswa untuk Negeri” menghadirkan President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, Advisor Community Affairs PT Freeport Indonesia Yahya Alkatiri, serta Enterprise Risk Management Group Head Citilink Indonesia Lathifah, S.E., M.B.A. Diskusi menyoroti peran strategis sektor industri dalam membangun kemitraan berkelanjutan dengan perguruan tinggi dan masyarakat melalui program pemberdayaan, pengelolaan sosial, serta tata kelola risiko yang berorientasi pada dampak. Para panelis sepakat bahwa kolaborasi multipihak, termasuk keterlibatan mahasiswa KKN-PPM, menjadi elemen penting untuk memastikan program sosial perusahaan selaras dengan kebutuhan lokal, berkelanjutan, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Hari pertama kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok monev (monitoring dan evaluasi) yang mengevaluasi pelaksanaan KKN-PPM sebelumnya dan menyusun rekomendasi program berdasarkan kondisi setiap provinsi. Forum ini menjadi wadah evaluasi kontribusi program terhadap ketahanan pangan dan lingkungan lestari, sekaligus merumuskan rekomendasi penguatan pelaksanaan KKN-PPM ke depan. Diskusi ini diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program di masa mendatang agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Puji Lestari S.T., M.T., Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, menilai kegiatan ini membuka ruang sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri yang relevan dengan program prioritas daerah, khususnya ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat dilanjutkan dengan diskusi lanjutan untuk mematangkan kerja sama antara KKN-PPM UGM dan Pemerintah Kabupaten Magelang,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa “KKN-PPM UGM menjadi wadah penting kolaborasi universitas dan korporasi dalam menciptakan nilai bersama melalui program tematik berkelanjutan, sehingga mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuannya sekaligus berkontribusi nyata bagi penguatan masyarakat lokal,”pungkasnya.
Penulis/Editor: DnHalimah & Ainun/DnHalimah, Sumber/Foto: Tim Humas DPkM UGM