
Kondisi topografi Desa Johogunung yang didominasi lereng curam menuntut langkah yang tepat dalam mitigasi bencana. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) menyerahkan dokumen penting berupa Peta Kerawanan Longsor dan Jalur Evakuasi kepada pemerintah desa, Jumat (30/1).
Inisiatif yang dimotori oleh dua mahasiswa Fakultas Geografi, Furqon dan Nau, ini mengubah pendekatan mitigasi desa dari konvensional menjadi berbasis Data Geospasial. Melalui analisis citra satelit dan survei lapangan, mereka memetakan wilayah “zona merah” yang memiliki potensi dan kerawanan pergeseran tanah.
“Pemerintah desa dapat menentukan langkah yang tepat dalam evakuasi dan mitigasi bencana. Peta ini memberikan visualisasi jalur mana yang paling aman dilalui saat darurat berdasarkan analisis data yang telah dilakukan agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan tepat,” ungkap perwakilan tim saat pemaparan.
Data Geospasial ini kini menjadi aset penting bagi perangkat Desa Johogunung. Kehadiran peta tersebut diharapkan menjadi landasan kebijakan pembangunan desa ke depan—memastikan adanya infrastruktur pendukung yang dibangun di zona rawan dan menjamin warga memahami rute penyelamatan diri yang aman.