Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Menggali Potensi Pertanian Desa Kepuh: Kunci Peningkatan Ekonomi Lokal

Menggali Potensi Pertanian Desa Kepuh: Kunci Peningkatan Ekonomi Lokal

  • KKN, SDGs 1 : Menghapus Kemiskinan, SDGs 2 : Tanpa Kelaparan, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 29 Agustus 2025, 15.37
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0
Pertanian menjadi sektor unggulan Desa Kepuh. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-JB036 Lemahsugih, Kab. Majalengka

Desa Kepuh merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Desa ini menjadi desa dengan potensi pertanian yang menjanjikan. Tidak hanya iklim yang mendukung, Desa Kepuh memiliki lahan pertanian yang subur dengan hasil panen yang melimpah setiap tahunnya. Pertanian ini tentunya menjadi komoditas unggulan yang berperan sebagai kunci dalam peningkatan ekonomi lokal.

Keunggulan Geografis dan Komoditas

Secara geografis, Desa Kepuh berada di area perbukitan di sisi barat Kabupaten Majalengka dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang. Meskipun dengan lereng yang cukup curam, desa ini terletak di ketinggian yang ideal untuk berbagai jenis komoditas pertanian seperti padi, jagung, dan tembakau. 

  1. Padi

    Sebagai komoditas utama, padi menjadi tulang punggung ekonomi Desa Kepuh. Sistem tanam yang terorganisir menjadi kunci hasil panen yang signifikan setiap tahunnya. Padi ditanam untuk dua hingga tiga kali musim panen yang mayoritas dimulai pada awal musim penghujan (November atau Desember)

  2. Jagung
    Jagung menjadi salah satu komoditas utama di samping padi. Jagung biasa ditanam pada periode kedua atau ketiga musim panen sebagai pengganti padi. Keunggulan jagung sendiri adalah tidak diperlukannya penyemaian seperti pada komoditas padi. 

  3. Tembakau
    Selain padi dan jagung, pada musim kemarau (periode panen ketiga), sebagian petani memilih untuk menanam tembakau. Hal ini dikarenakan tembakau tidak memerlukan air yang melimpah sehingga cocok ditanam saat hujan tidak terlalu intens.

Tantangan dan Peluang

Pertanian di Desa Kepuh menghadapi banyak tantangan. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-JB036 Lemahsugih, Kab. Majalengka

Di samping potensi pertanian yang melimpah, sektor ini tentunya tidak luput dari tantangan dan permasalahan. Salah satunya berasal dari sumber air yang merupakan aspek krusial dalam pertanian. Di area yang tinggi, sumber air terbatas pada air permukaan. Selain itu, akses terhadap sumur bor dan mata air cukup terbatas di beberapa situs.

Beralih ke hasil pertanian, surplus pertanian yang terjadi di Desa Kepuh belum diiringi dengan ketersediaan fasilitas penyimpanan. Hal ini berakibat pada petani harus menjual seluruh hasil panen di musim panen meskipun dengan harga rendah. Keuntungan yang kecil berdampak pada kurangnya modal untuk musim tanam selanjutnya. Lebih jauh lagi, hal ini berdampak pada berkurangnya minat anak muda untuk bekerja di sektor pertanian karena dianggap kurang menguntungkan.

Menuju Pertanian Berkelanjutan

Potensi pertanian di Desa Kepuh yang besar menjadikan desa ini sebagai aset berharga dalam sektor pertanian nasional. Untuk meningkatkan potensi ini, diperlukan penerapan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan seperti rotasi tanaman pertanian dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak-dampak permasalahan di sektor pertanian.

Kolaborasi antara masyarakat dengan pihak pemerintah juga turut menjadi kunci. Program-program seperti pembentukan koperasi tani serta pemberian edukasi dan pelatihan kepada petani dapat membantu optimalisasi hasil tani. Dengan arah pengembangan yang tepat, sektor pertanian tentunya dapat memberi kontribusi bagi ketahanan pangan dan penggerak utama dalam peningkatan ekonomi lokal.

Penulis: Anggit Risky Setyowati, Mahasiswa Fakultas Geografi UGM, KKN-PPM Unit 2024-JB036 Lemahsugih, Kab. Majalengka, Jawa Barat

Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY