
Festival Curug Bengkawah di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, menjadi puncak rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Minggu (10/8/2025). Acara ini bukan sekadar penutup program KKN, melainkan juga momentum refleksi perjalanan 50 hari para mahasiswa dalam melaksanakan berbagai program kerja, membangun interaksi, dan bersinergi dengan warga setempat. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Wisata dan UMKM”, festival ini menjadi wadah apresiasi terhadap potensi alam, budaya, dan kreativitas masyarakat Sikasur yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Festival ini dihadiri Bupati Pemalang Anom Widiantoro bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Belik Muchammad Maksum, S.IP, para kepala desa se-Kecamatan Belik, dosen pembimbing lapangan, pelaku UMKM lokal, serta ratusan warga yang memadati area wisata Curug Bengkawah.
Kepala Desa Sikasur, Kusin, dalam sambutannya mengajak masyarakat menumbuhkan semangat nasionalisme, terlebih di momen bulan kemerdekaan.“Mari kita semangatkan diri, kita bangun diri untuk menjadi para nasionalis yang cinta tanah air. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” serunya yang disambut tepuk tangan meriah warga. Kusin juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Pemalang. “Bapak Bupati hadir di sini seperti obat kerinduan kami kepada pemimpin. Kami mendoakan agar semua program beliau berjalan lancar, bermanfaat bagi masyarakat Sikasur, dan membawa Pemalang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Apresiasi dari Bupati Pemalang
Bupati Anom Widiantoro memberikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa KKN-PPM UGM. “Saya tahu waktunya singkat, tetapi pengaruhnya besar. Semoga pengalaman ini membekas dan menjadi semangat baru bagi kalian. Pemkab Pemalang siap menerima ide dan masukan untuk melanjutkan inovasi yang telah dimulai,” katanya.Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan.“Potensi wisata dan UMKM di sini luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar memiliki nilai komersial lebih baik di masa depan,” tambahnya.
Dukungan Akademisi dan Harapan Keberlanjutan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Muhammad Taufik Tri Hermawan, juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian mahasiswa.“Kami melihat antusiasme dan dukungan luar biasa dari warga Sikasur. Kolaborasi yang terjalin selama 50 hari ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan desa,” jelasnya.