
Dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN–PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Tim Gemercik Belik menyelenggarakan program edukatif bertajuk “Pemberdayaan Remaja melalui Edukasi Dampak Kehamilan Usia Remaja terhadap Peningkatan Risiko Kesehatan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2025 di SMK NU 1 Belik, Desa Sodong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan ini menghadirkan Meta Widyaningrum sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan materi berbasis data ilmiah yang bersumber dari WHO, BKKBN, serta berbagai jurnal nasional. Materi yang disampaikan mencakup pengertian kehamilan remaja, risiko komplikasi seperti anemia dan preeklamsia, serta dampaknya terhadap bayi seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan risiko stunting.
Indonesia masih menghadapi tantangan tingginya angka kehamilan usia remaja, terutama di daerah pedesaan, yang disertai rendahnya kesadaran akan dampak medis dan sosial yang mengikutinya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang konsekuensi kehamilan dini, serta menanamkan kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi dan merencanakan masa depan secara bijak. “Materinya membuka mata kami tentang risiko kehamilan di usia muda. Saya jadi lebih paham pentingnya menjaga kesehatan dan merencanakan masa depan dengan bijak,” ujar Alif, siswa SMK NU 1 Belik, usai mengikuti kegiatan.
Berbeda dari pendekatan satu arah, program ini dilaksanakan secara interaktif, memanfaatkan media presentasi visual dan diskusi terbuka agar peserta lebih mudah memahami dan aktif terlibat. Selain materi utama, peserta juga diajak mengenal pentingnya keterlibatan dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), komunikasi sehat dengan orang tua, serta penguatan motivasi pribadi dan cita-cita sebagai langkah preventif kehamilan remaja.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk remaja yang sadar, sehat, dan bertanggung jawab, serta mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang mendukung edukasi kesehatan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan partisipasi aktif remaja, Tim KKN-PPM UGM berharap edukasi serupa dapat direplikasi di berbagai daerah lain sebagai bagian dari upaya menekan angka kehamilan dini di Indonesia.