
Aksi bersih-bersih pantai kembali digelar di wilayah pesisir Bulukumba. Kali ini, Pantai Marumasa di Kecamatan Bontobahari menjadi lokasi pembersihan oleh 34 peserta yang tergabung dalam kolaborasi lintas komunitas, Sabtu sore, 26 Juli 2025.Hasilnya, sebanyak 574 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, didominasi sampah anorganik seperti plastik dan karet. Kegiatan bertajuk Cleaning Up The Environment ini diinisiasi oleh tim KKN-PPM UGM 2025 Periode II Kareba Kumba, bekerja sama dengan Indo Ocean Project, Kolaborasi Biru, dan komunitas Dego-degona Bira.
Najwa, person in charge program kerja ini, mengungkapkan bahwa Pantai Marumasa dipilih karena kondisinya yang paling memprihatinkan dibandingkan pantai lain di kawasan Bira. Meski tak lagi aktif sebagai destinasi wisata, pantai ini diketahui masih menjadi lokasi bertelur penyu, sehingga menarik perhatian komunitas pelestari lingkungan. “Waktu pertama kali datang, kami kaget karena sampahnya sangat banyak. Bahkan saat aksi bersih, makin digali makin banyak sampah yang terkubur,” ujar Najwa.
Yuly Vernianty dari Indo Ocean Project menambahkan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan terhadap polusi plastik yang mencemari pantai-pantai di Bulukumba. Menurutnya, meski Marumasa bukan kawasan permukiman, volume sampahnya cukup tinggi, bahkan ditemukan limbah kayu yang berpotensi terbawa arus dan merusak ekosistem terumbu karang. “Kami hanya lakukan aksi bersih satu setengah jam saja, tapi bisa mengumpulkan sampah sebanyak ini. Artinya, masalah ini sangat serius,” kata Yuly. Indo Ocean Project sendiri rutin menggelar aksi bersih pantai dua kali sebulan, berfokus di kawasan wisata Bira untuk mendukung pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Sementara itu, Anjar dari Kolaborasi Biru menekankan bahwa aksi bersih ini sifatnya hanya memindahkan sampah dari pantai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Banyak sampah yang ditemukan sudah usang dan rapuh, sehingga sulit diolah atau didaur ulang melalui bank sampah.“Usia sampahnya sudah terlalu tua, sehingga susah dipilah. Yang bisa kami lakukan hanya berharap pengunjung tidak meninggalkan sampah di pantai,” ujarnya.
Kendala utama dalam aksi bersih ini adalah belum adanya TPA aktif di wilayah Bontobahari. Sampah yang dikumpulkan akhirnya diangkut ke TPA milik pemerintah melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba.
Sumber : radarselatan.fajar.co.id