
Kalurahan Tuksono yang berada di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo memeringati hari jadinya yang ke-78 pada Jumat (10/1) lalu. Peringatan hari jadi pada tahun 2025 ini mengambil tema “Tuksono Bersatu untuk Maju, Sejahtera, dan Berbudaya”.
Nama Kalurahan Tuksono sendiri diambil dari nama dua kalurahan, yaitu Kalurahan Kalikutuk dan Kalurahan Kalisono yang digabung menjadi satu pada tahun 1947.
Upacara Peringatan Hari Jadi Tuksono ke-78 diselenggarakan secara adat Jawa dengan corak Yogyakarta. Berbeda dengan prosesi upacara pada umumnya di Indonesia, upacara Peringatan Hari Jadi Tuksono ke-78 ini memiliki beberapa keunikan.
Meskipun memiliki runtutan acara yang serupa, namun upacara dengan adat jawa memiliki beberapa keunikan tersendiri. Keunikan yang paling jelas adalah prosesi upacara dilakukan dengan bahasa pengantar berupa bahasa Jawa, termasuk aba-aba dari pemimpin pasukan maupun pembawa acara.
Kemudian, busana yang dikenakan para petugas acara pun adalah pakaian tradisional Jawa bercorak Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain bahasa dan busana, gerakan dari aba-aba pun ada sedikit perbedaan.
Misalnya, pada saat gerakan hormat dan istirahat di tempat. Pada upacara dengan adat Jawa, gerakan hormat dilakukan dengan menundukkan kepala, lalu gerakan istirahat di tempat dilakukan dengan membuka kaki selebar bahu dan kemudian meletakkan kedua tangan di depan, tepat di perut bagian bawah dengan tangan kanan di atas tangan kiri.
Prosesi ini berlangsung meriah, sebab gunungan yang ada berisi ragam barang menarik, mulai dari sayuran, buah-buahan, produk olahan kedelai, hingga tas kerajinan yang merupakan produk khas UMKM dari Kalurahan Tuksono.
Penulis: Mahasiswa KKN-PPM UGM Sentolo Makaryo, Unit 2024-YO137 Sentolo, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta
Artikel ini telah dimuat di kumparan.com