Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Mengasah Emosi dan Kreativitas Anak melalui Art Therapy: Upaya Membangun SDM Berkualitas di Desa Wisata

Mengasah Emosi dan Kreativitas Anak melalui Art Therapy: Upaya Membangun SDM Berkualitas di Desa Wisata

  • KKN, SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education)
  • 4 Agustus 2025, 08.08
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0
Mengasah Emosi dan Kreativitas Anak melalui art therapy dalam Mendorong SDM Kreatif dan Berkualitas di Desa Wisata. Foto: Nyssa Rifdatul Azmi

Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti ruang kelas SD Negeri 04 Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, pada Selasa (22/7/2025) pagi. Puluhan siswa-siswi kelas 4 tampak antusias mengikuti kegiatan bertajuk “Mengasah Emosi dan Kreativitas Anak melalui Art Therapy dalam Mendorong SDM Kreatif dan Berkualitas di Desa Wisata.” Acara edukatif ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dipandu langsung oleh pemateri Nyssa Rifdatul Azmi, seorang praktisi art therapy dan penggerak pendidikan berbasis seni.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pembangunan sumber daya manusia (SDM) kreatif di wilayah desa wisata, sejalan dengan strategi nasional pengembangan desa wisata berbasis budaya dan pemberdayaan lokal. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), pengembangan SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki korelasi kuat terhadap daya saing destinasi desa wisata. Oleh karena itu, intervensi pendidikan kreatif sejak dini dinilai penting sebagai investasi jangka panjang.

Art therapy dipilih sebagai pendekatan utama dalam kegiatan ini karena terbukti efektif dalam menstimulasi aspek kognitif, emosional, dan sosial anak. Merujuk pada penelitian American Art Therapy Association (AATA), terapi seni dapat membantu anak-anak memahami dan mengelola perasaan mereka, sekaligus meningkatkan keterampilan motorik halus, daya imajinasi, dan pemecahan masalah secara kreatif.

Sesi dimulai dengan aktivitas mengenali emosi melalui ekspresi wajah dan gambar. Anak-anak diajak menebak dan mendiskusikan emosi seperti senang, marah, sedih, dan takut berdasarkan ilustrasi yang ditampilkan. Kegiatan ini menciptakan ruang dialog yang hangat dan penuh tawa. “Aku pernah merasa seperti itu waktu mainanku hilang,” ujar salah satu siswa dengan polos, memicu tawa dan empati dari teman-temannya.

Setelah sesi pengenalan emosi, anak-anak diajak untuk menyalurkan ekspresi mereka ke dalam bentuk karya plastisin. Dengan tangan-tangan mungil dan penuh semangat, mereka mulai membentuk karakter, hewan, hingga bentuk-bentuk abstrak yang mencerminkan suasana hati mereka. Beberapa anak menunjukkan narasi unik dari bentuk plastisin yang mereka buat. “Ini rumah impianku, ada taman dan kucing di dalamnya,” kata seorang siswa sambil menunjukkan karyanya.

Menurut Nyssa Rifdatul Azmi, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai media ekspresi, tetapi juga sebagai strategi penguatan karakter anak. “Lewat art therapy, anak-anak bisa mengolah emosinya dengan cara yang menyenangkan dan produktif. Mereka belajar menyampaikan perasaan, bekerja sama, serta mengenali potensi diri,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, dengan dukungan aktif dari para guru dan pihak sekolah. Kepala SDN 04 Sikasur, Siti Mulyani, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat relevan dalam konteks pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai lokal. “Kami berharap program seperti ini bisa rutin dilakukan. Anak-anak butuh ruang untuk berekspresi dan mengasah empati, apalagi di era digital seperti sekarang,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan tim pelaksana, mayoritas anak terlihat lebih terbuka dan komunikatif setelah sesi berlangsung. Mereka mampu menyampaikan perasaan melalui cerita dan bentuk plastisin yang dibuat. Aspek ini dianggap penting dalam membentuk SDM unggul yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional.

UGM dan Warga Sodong Basari

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan Desa Wisata Sikasur sebagai destinasi yang tidak hanya menarik secara alam dan budaya, tetapi juga unggul dalam pembangunan manusia. Dengan menggandeng sekolah dasar sebagai mitra awal, pendekatan pembangunan SDM dilakukan dari akar komunitas.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas ke jenjang dan kelompok usia lainnya, termasuk melibatkan orang tua dan pelaku UMKM lokal. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan desa wisata yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

Sumber berita: g-news.id

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY