
Dalam rangka mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, Benedictus Alitho Tegar Pamungkas, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), memberikan edukasi pemasaran sederhana kepada ibu-ibu PKK di Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu pagi (20/7/2025) di Balai Desa dan menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM.
Alitho, atau yang akrab disapa Alit, menjelaskan konsep-konsep dasar pemasaran yang aplikatif dan mudah dipahami, seperti analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), bauran pemasaran 5P (Product, Price, Place, Promotion, People), serta Segmenting, Targeting, Positioning (STP). Edukasi ini bertujuan membekali ibu-ibu PKK dengan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan ketika mereka mulai memproduksi dan menjual produk lokal.
Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Desa Sodong Basari yang saat ini tengah menggencarkan pelatihan produksi dan pengolahan bahan pangan lokal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang tahun 2024, sekitar 68% penduduk usia produktif di Kecamatan Belik menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan usaha mikro. Pemerintah desa menargetkan pengembangan produk bernilai jual tinggi melalui pemberdayaan perempuan, salah satunya lewat kelompok PKK.
Kepala Desa Sodong Basari, Sutarto, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa KKN UGM yang menurutnya sangat membantu dalam menutup kesenjangan pengetahuan pemasaran di masyarakat. Ia menyatakan bahwa strategi pemasaran menjadi aspek krusial dalam keberlanjutan usaha skala rumah tangga.
Salah satu peserta, Ibu Siti, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. Ia mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama dalam memahami siapa target pembeli dan bagaimana menyusun strategi promosi. Ia berharap ilmu yang diterima bisa diterapkan ketika nantinya ibu-ibu PKK berhasil memproduksi komoditas khas desa.
Alit menambahkan bahwa pelatihan ini bukanlah kegiatan sekali jalan. Ia bersama tim KKN-PPM UGM berencana melakukan pendampingan lanjutan, termasuk pembuatan label produk, desain kemasan, simulasi penjualan daring, hingga pendampingan legalitas dan sertifikasi.
Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dapat memperkuat fondasi ekonomi lokal. Dengan pemahaman pemasaran yang tepat, produk olahan khas Desa Sodong Basari diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi sumber ekonomi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Sumber berita : g-news.id