• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • Produk Lokal Muting Menjangkau Pasar Lebih Luas melalui Program KASUARI Tim Ekspedisi Patriot UGM

Produk Lokal Muting Menjangkau Pasar Lebih Luas melalui Program KASUARI Tim Ekspedisi Patriot UGM

  • Berita Utama DPkM, SDGs 10 : Mengurangi Kesenjangan, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 13 Oktober 2026, 15.35
  • Oleh: dwi.nur.halimah
  • 0

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tim 16 menguji model pemasaran kolektif produk masyarakat Kawasan Transmigrasi Muting melalui Festival Kalimaro yang berlangsung pada 1–5 Oktober 2026 di Distrik Semangga, Papua Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KASUARI (Konektivitas Usaha Ekonomi, Adat, Jender, dan Inklusivitas) yang berupaya memperkuat kerja sama antarkelompok usaha masyarakat, khususnya masyarakat adat dan masyarakat eks-transmigran.

Dipimpin oleh Rindu S. M. Firdaus, Tim 16 membawa 10 produk dari sejumlah kelompok usaha di Distrik Elikobel, Ulilin, dan Muting untuk diperkenalkan kepada pengunjung festival. Selain mempromosikan produk lokal, tim juga memperkenalkan tiga potensi wisata yang dikelola kelompok masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap potensi ekonomi kawasan sekaligus membuka peluang pengembangan jejaring pemasaran dan pariwisata.

“Uji coba pemasaran kolektif ini merupakan langkah awal untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok usaha masyarakat di Kawasan Transmigrasi Muting dapat saling menguatkan melalui kerja sama,” ujar Rindu S. M. Firdaus, Ketua Tim 16 Ekspedisi Patriot Muting UGM. Ia berharap pendekatan kolektif dapat membantu masyarakat menjangkau pasar yang lebih luas secara efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Pemasaran kolektif dipilih sebagai salah satu pendekatan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kelompok usaha dalam memperluas pasar. Biaya promosi dan distribusi, keterbatasan tenaga untuk pemasaran, serta akses terhadap calon pembeli menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha lokal. Melalui kegiatan bersama, kelompok usaha berpeluang menghimpun produk, berbagi kebutuhan operasional, dan memperkenalkan beragam potensi kawasan dalam satu ruang pemasaran.

Pelaksanaan program ini juga mempertemukan pendampingan antartim Ekspedisi Patriot UGM. Sepuluh produk yang dipasarkan merupakan hasil kolaborasi Tim 16 dengan beberapa tim lain yang berfokus pada pengembangan potensi lokal. Tim 9 mengembangkan prototipe produk kopi, Tim 12 mendampingi hilirisasi ubi kayu, Tim 13 berfokus pada pariwisata, sedangkan Tim 17 mengembangkan potensi tanaman endemik lokal. Kolaborasi tersebut membuka ruang untuk menghubungkan pengembangan produk, peningkatan nilai tambah, dan pengenalan potensi kawasan kepada pasar yang lebih luas.

Stan pameran Tim 16 turut menarik perhatian pengunjung yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk-produk yang ditawarkan, termasuk dengan menanyakan asal dan produsen produk. Respons tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi tim dan kelompok usaha untuk memahami ketertarikan calon pembeli serta mengevaluasi pendekatan promosi yang digunakan. Hasil uji coba ini selanjutnya dapat menjadi masukan untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih sesuai dengan karakter produk dan kebutuhan pasar.

Melalui KASUARI, Tim 16 menempatkan penguatan ekonomi lokal sebagai proses yang tidak hanya berkaitan dengan penjualan, tetapi juga dengan hubungan antarkelompok usaha dan pengelolaan potensi masyarakat secara inklusif. Kerja sama antara masyarakat adat dan masyarakat eks-transmigran menjadi perhatian dalam membangun jejaring usaha yang saling mendukung, membuka kesempatan berkolaborasi, dan memperkuat kelembagaan ekonomi di Kawasan Transmigrasi Muting.

Keikutsertaan dalam Festival Kalimaro menjadi salah satu tahapan pendampingan yang akan dilanjutkan melalui kegiatan percontohan dan pendampingan pada Oktober–November 2026. Tim 16 juga mengembangkan platform berbasis situs web melalui xpedia.id untuk memperkenalkan potensi lokal Kawasan Transmigrasi Muting. Rangkaian upaya tersebut diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat memperluas akses pasar, mengembangkan potensi produk dan pariwisata, serta membangun kemandirian ekonomi melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Penulis/Editor: Dn Halimah, Alma Syah/Halimah
Sumber Tulisan/Foto: Tim Ekspedisi Patriot Muting UGM/Dokumentasi Tim 16 Ekspedisi Patriot UGM

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta
  • ICCEESD

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY