Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono: Embrio Wisata Budaya Kulon Progo

Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono: Embrio Wisata Budaya Kulon Progo

  • KKN, SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
  • 29 Agustus 2025, 09.23
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0
Tampak depan dari Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono yang terletak di sebelah Barat dari Sungai Progo. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO137 Sentolo, Kab. Kulon Progo

Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono terletak di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Tempat ini resmi dibuka pada tanggal 21 September 2024 oleh Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, S.IP. Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono dibangun di atas tanah kas desa seluas 2,6 hektar. Proyek tersebut menelan biaya hingga Rp 1,6 miliar dengan menggunakan dana dari BKK Dana Keistimewaan 2023-2024. Dengan dibangun dan telah diresmikannya Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono, semakin meneguhkan identitas Desa Tuksono sebagai Desa Mandiri Budaya.

Terlebih, setiap padukuhan di Desa Tuksono memiliki kesenian unggulannya masing-masing, mulai dari wayang kulit, karawitan, ketoprak, sholawatan, jatilan, hingga berbagai tarian tradisional Jawa Jogja. Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono direncanakan akan menjadi panggung kesenian untuk seluruh masyarakat yang harapannya dapat menjadi objek wisata budaya unggulan di Kulon Progo.

Salah satu penampilan kesenian tradisional di Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono, yaitu ketoprak. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO137 Sentolo, Kab. Kulon Progo

Kesenian tradisional yang selama ini rutin ditampilkan di masing-masing padukuhan, nantinya akan secara bergiliran tiap dua pekan sekali tampil di Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono. Selain kesenian tradisional, di kompleks Balai Budaya dan Kampung Tradisional Tuksono juga akan diisi dengan berbagai pameran potensi desa seperti kuliner khas dan kerajinan serat alam. Sinergi Balai Budaya dan Kampung Tradisional diyakini bakal jadi wadah pengembangan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Tuksono dan di Kulon Progo pada umumnya ke depannya.

Penulis: Undipa Akbar, Naufal Hafizh, Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO137 Sentolo, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta

Artikel ini telah dimuat di kumparan.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY