
Mahasiswa UGM diharapkan dapat bersinergi dengan semua pihak di Kabupaten Bengkalis selama masa KKN yang berlangsung sekitar dua bulan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, saat menerima audiensi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Tahun 2024, yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (02/01/2025). “Alhamdulillah kami menyambut baik kedatangan Bapak/Ibu dari BRGM serta 21 orang adik-adik mahasiswa dari UGM Yogyakarta yang ber-KKN di Kabupaten Bengkalis. Kami sangat berterima kasih karena telah mempercayakan Kabupaten Bengkalis sebagai tempat untuk pengabdian mereka. Ini adalah kesempatan pertama kami untuk menjadi tempat pembelajaran pemberdayaan kepada masyarakat,” ujar Bagus Santoso.
Selain itu, mantan anggota DPRD Provinsi Riau ini juga mengingatkan para mahasiswa agar tidak hanya melaksanakan tugas KKN, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat bekerja sama, berkoordinasi, dan berintegrasi dengan masyarakat desa serta dinas terkait. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama mendukung pembangunan daerah dalam mewujudkan program Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera. Kami juga berharap adik-adik mahasiswa dapat memberikan pengetahuan baru dan berbagi pengalaman yang bermanfaat bagi masyarakat selama KKN,” sambungnya.
Selanjutnya, Koordinator Mahasiswa KKN UGM Yogyakarta, Amanda Putri Murjoko, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa UGM untuk melaksanakan KKN di tiga desa, yakni Bantan Air, Teluk Papal, dan Mentayan. “Terima kasih kami sampaikan atas kesempatan yang diberikan, dan kami berkomitmen untuk melaksanakan KKN dengan sebaik-baiknya,” ujar Amanda.
Amanda juga menjelaskan bahwa tema KKN UGM 2024 adalah pengembangan Potensi Desa dengan Optimalisasi Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Keberlanjutan Untuk Mendukung Sustainable Cities Melalui Penguatan Aspek Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Pesisir Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. “Program kerja yang dijalankan selama KKN mencakup berbagai bidang, antara lain: pengembangan pariwisata, administrasi desa, pengelolaan limbah rumah tangga, pemetaan, teknologi tepat guna, keagamaan, kebudayaan, pendidikan, peduli lindungi, produk ramah lingkungan, serta kesehatan,” jelasnya.
Dengan sinergi yang baik antara mahasiswa, BRGM, dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis.