Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Konservasi Fosil di Desa Sadi Kolaborasi Tim KKN-PPM UGM dan Warga Jaga Warisan Masa Lampau

Konservasi Fosil di Desa Sadi Kolaborasi Tim KKN-PPM UGM dan Warga Jaga Warisan Masa Lampau

  • KKN, SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh., SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan
  • 26 Agustus 2025, 10.54
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0
Hasil Konservasi Fosil Milik Warga.Foto: Mahasiswa KKN-PPM  UGM Unit 2025-NT012 Tasifeto Timur, Kab. Belu, Nusa Tenggara Timur

Di balik rumah-rumah sederhana di Desa Sadi, Kabupaten Belu, tersimpan benda yang tak biasa: fosil fauna. Fosil-fosil ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan warga, meski belum sepenuhnya disadari nilai pentingnya. Melihat potensi tersebut, tim KKN PPM UGM Halo Belu yang ditempatkan di Desa Sadi berinisiatif melakukan konservasi fosil sebagai salah satu program kerja.

Program ini digagas oleh dua mahasiswa, Lintang Gantari dan Fenny Naomi, yang terjun langsung ke rumah-rumah warga selama masa KKN (Juni-Agustus 2025). Mereka membersihkan fosil dari debu dan lumut, menyediakan fasilitas boks kontainer, plastik klip, dan silica gel untuk penyimpanan fosil, serta memberikan edukasi sederhana tentang cara penyimpanan agar lebih tahan lama. Tujuannya jelas: menjaga warisan masa lampau ini tetap terpelihara untuk generasi mendatang.

“Kalau dijaga begini, fosilnya bisa awet untuk anak cucu,” ungkap salah seorang warga dengan senyum lega saat menyaksikan proses konservasi. Respon masyarakat memang sangat positif. Mereka merasa terbantu sekaligus bangga karena fosil yang selama ini hanya tersimpan di sudut rumah kini mulai diperlakukan sebagai bagian penting dari identitas desa.

Konservasi Fosil di Rumah Warga. Foto: Mahasiswa KKN-PPM  UGM Unit 2025-NT012 Tasifeto Timur, Kab. Belu, Nusa Tenggara Timur

Bagi Lintang dan Fenny, kegiatan konservasi ini bukan sekadar program kerja KKN. Ada rasa haru saat melihat bagaimana warga ikut terlibat dan bersemangat menjaga fosil mereka. “Kami ingin warisan ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga modal bagi Desa Sadi untuk masa depan, khususnya untuk kemajuan wisata dan identitas desa,” ujar mereka.

Upaya konservasi fosil di Desa Sadi menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak selalu harus dalam bentuk besar dan rumit. Terkadang, langkah sederhana seperti membersihkan dan merawat fosil bisa membuka jalan bagi pelestarian yang lebih luas. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bersama bahwa warisan purba bukan hanya milik masa lalu, tapi juga titipan berharga untuk anak cucu di kemudian hari.

Penulis: Lintang Gantari Kristin Palamarta, Mahasiswa Prodi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, KKN-PPM Unit 2025-NT012 Tasifeto Timur, Kab. Belu, Nusa Tenggara Timur.

Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY