Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • KKN-PPM UGM Dorong Pariwisata Berkelanjutan Desa Batukaras Lewat Usulan Wisata Tur Bersepeda

KKN-PPM UGM Dorong Pariwisata Berkelanjutan Desa Batukaras Lewat Usulan Wisata Tur Bersepeda

  • KKN, SDGs 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • 21 Agustus 2025, 14.39
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0
Mahasiswa KKN-PPM UGM Mapai Pangandaran bersama perwakilan POKDARWIS, Bumdes, dan Karang Taruna Desa Batukaras. Foto: KKN PPM Unit 2025-JB016 Cijulang

Minggu (20/07/2025), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Tim Mapai Pangandaran melakukan sosialisasi dan forum group discussion (FGD) terkait pentingnya pariwisata berkelanjutan bagi desa wisata, salah satunya dengan model wisata tur bersepeda. Bertempat di Balai Desa Batukaras, program ini menjadi langkah awal untuk mendorong Desa Batukaras tanggap akan pentingnya kelestarian lingkungan dan mampu menciptakan inovasi baru pada sektor pariwisata.

Acara ini dihadiri oleh Ketua POKDARWIS, jajaran Bumdes dan Karang Taruna tiap dusun di Desa Batukaras, serta mahasiswa KKN-PPM UGM. Perencanaan program kerja ini diinisiasi oleh Fatimah Azzahrah, mahasiswi S1 Pariwisata UGM sejak paruh awal bulan Juli. Tahapan program kerja dimulai dari koordinasi dengan pihak perangkat desa, survei, observasi, pemetaan atraksi wisata yang ada di Desa Batukaras, hingga perancangan rute wisata bersepeda. Hasil dari rangkaian tahap ini kemudian menghasilkan peta rute titik-titik pemberhentian yang merupakan bagian fundamental dari program wisata tur bersepeda.

Penanggungjawab program, Fatimah, mengungkapkan ide awal pembentukan program kerja ini didasarkan oleh lanskap Desa Batukaras yang dekat dengan pesisir pantai dan aliran Sungai Cijulang. Dirinya merasa wisata tur bersepeda yang tengah naik daun di Yogyakarta memungkinkan untuk turut dikembangkan di Desa Batukaras, “Selain ramah lingkungan, model berwisata ini bakal banyak ngelibatin masyarakat sekitar dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Pelaksanaan program kerja ini dimulai dengan sosialisasi akan pentingnya pariwisata berkelanjutan di tengah fenomena wisata massal atau masstourism. Presentasi materi dilakukan mulai dari pengertian pariwisata berkelanjutan, konsep 3P (People, Planet, Profit), serta contoh studi kasus dari permasalahan masstourism. Tak hanya pemaparan materi, pembagian brosur mengenai usulan rencana rute bersepeda juga dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Rute yang diusulkan mencakup wilayah pesisir pantai, persawahan, hingga ekosistem muara Desa Batukaras, termasuk area hutan mangrove. Selain itu beberapa UMKM masyarakat setempat hingga tempat yang tengah viral di kalangan wisatawan juga masuk ke dalam titik-titik pemberhentian wisata tur bersepeda ini.

Materi presentasi dan brosur wisata tur bersepeda Desa Batukaras. Foto: KKN PPM Unit 2025-JB016 Cijulang

Antusiasme masyarakat terlihat ketika sesi FGD, baik dari pihak POKDARWIS, Bumdes, maupun Karang Taruna. Seluruh pihak menyambut dengan baik inisiasi ide wisata tur bersepeda di Desa Batukaras. Berbagai tanggapan dan saran diberikan kepada mahasiswa KKN-PPM UGM sebagai bentuk evaluasi dari usulan program ini. Namun, karena rute ini masih berupa usulan awal, muncul beberapa pendapat yang kurang menyetujui usulan titik pemberhentian. Akan tetapi, kami memberikan penyampaian bahwa rute yang telah kami buat bersifat fleksibel dan dapat pihak desa ubah di kemudian hari.

Dengan hadirnya usulan inovasi wisata tur bersepeda di Desa Batukaras, POKDARWIS dan Bumdes kemudian tertarik dan sepakat untuk kemungkinan mengembangkan ide ini ke depannya. Pengadaan program ini dianggap mampu menyerap lebih banyak peran masyarakat dan memberikan keuntungan bagi UMKM yang ada di Desa Batukaras.

Oleh karena itu, dukungan dan kontribusi KKN-PPM UGM melalui program sosialisasi dan FGD wisata tur bersepeda sebagai alternatif pariwisata berkelanjutan ini menunjukkan pentingnya sektor pariwisata untuk terus tanggap akan perubahan lingkungan, iklim, dan zaman. Walaupun hanya satu langkah kecil, bagi mereka program ini menjadi suatu bagian penting dalam proses membangun pariwisata desa yang lebih baik di masa mendatang.

Penulis: Fatimah Azzahrah, Mahasiswa Prodi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya UGM, KKN PPM Unit 2025-JB016 di Cijulang, Kab. Pangandaran, Jawa Barat

Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY