
Keselamatan di jalan desa seringkali luput dari perhatian setempat, terutama di daerah minim penerangan. Kondisi ini menjadi salah satu fokus utama bagi Tim KKN-PPM UGM 2025 yang menjalankan pengabdian di Kecamatan Sawangan, tepatnya di Desa Jati dan Desa Gantang. Dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, para mahasiswa berinisiatif untuk mengadakan program pembuatan dan pemasangan reflektor jalan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan minim penerangan.
Program ini diangkat berdasarkan hasil observasi langsung oleh tim KKN di lapangan, yang menemukan bahwa sejumlah ruas jalan desa berada dalam kondisi gelap dan kerap dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di malam hari.
Menjawab keresahan tersebut, Tim KKN UGM merancang reflektor jalan sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan. Salah satu hal yang menjadi kekuatan program ini adalah pendekatan partisipatif. Pembuatan reflektor tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, melainkan melibatkan masyarakat sekitar. Warga turut membantu dalam proses persiapan alat dan bahan, penentuan titik pemasangan, hingga pemasangan langsung di lapangan. Suasana gotong-royong pun terasa kuat dalam setiap tahap kegiatan.
Pemasangan Reflektor dibantu oleh warga setempat
Reflektor tersebut kemudian dipasang di titik-titik strategis seperti tikungan jurang, tanjakan curam, serta jalur-jalur utama yang sering dilewati kendaraan. Pantulan cahaya dari reflektor terbukti efektif memberi tanda visual bagi pengendara, terutama pengemudi motor dan mobil yang melintas pada malam hari. Program ini juga dilengkapi dengan sesi sosialisasi ringan mengenai pentingnya keselamatan jalan dan tips untuk warga supaya dapat turut serta merawat reflektor agar tetap berfungsi dalam jangka panjang. Dengan cara ini, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada kehadiran tim KKN, melainkan dapat dijaga bersama oleh masyarakat.
Salah satu tim KKN UGM yang memiliki program kerja ini mengungkapkan bahwa hal ini merupakan bentuk nyata dari semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami ingin membawa perubahan sederhana namun berdampak. Reflektor jalan ini memang kecil, tapi bisa menyelamatkan nyawa,” ungkap Almaiya Nilam mahasiswi D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil.
Sebagai tambahan, mahasiswi tersebut juga menyebutkan bahwa mayoritas warga di daerah ini mengandalkan mata pencaharian sebagai tukang sayur keliling atau masyarakat disini biasa menyebutnya dengan “eyek.” Setiap dini hari, mereka sudah memulai aktivitas dengan membawa dagangan ke berbagai wilayah, bahkan hingga ke Sleman dan Bantul. Aktivitas ini menuntut mereka untuk melintasi jalan utama dusun yang memiliki medan naik turun, berkelok, dan berada di tepi jurang. Sayangnya, akses jalan tersebut masih minim penerangan karena keterbatasan jaringan listrik. Oleh karena itu, pemasangan reflektor jalan menjadi salah satu solusi yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan warga, terutama bagi yang harus melintas saat malam atau dini hari, baik penduduk lokal maupun dari luar daerah.
Melalui program ini, dapat menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu harus rumit atau mahal. Langkah sederhana namun tepat sasaran seperti pembuatan reflektor jalan bisa membawa dampak yang besar bagi keselamatan warga desa. Tim KKN UGM tak hanya memberikan solusi atas persoalan nyata di lapangan, tapi juga membangun relasi yang kuat dan kolaboratif dengan warga desa. Harapannya, program ini bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan pengabdian mahasiswa di daerah lain, serta mendorong masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan lingkungan tempat tinggal mereka secara mandiri.
Penulis Annisa Sukma Melati, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Sekolah Vokasi UGM, Tim KKN-PPM Unit 2025-JT031 Sawangan, Kab. Magelang, Jawa Tengah
Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com