
Krisis karakter pada anak dan menurunnya minat terhadap permainan tradisional menjadi perhatian serius bagi Yuni Setya Ningrum, mahasiswi Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui program kerja KKN–PPM di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, ia menggagas kegiatan bertajuk “Pembelajaran Karakter melalui Permainan Tradisional”.
Program ini dilaksanakan di dua sekolah dasar mitra, yaitu SD Negeri 6 Sikasur pada 29 Juli 2025 dan SD Negeri 5 Sikasur pada 4 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter positif pada siswa melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif. “Permainan tradisional secara alami mengandung nilai-nilai seperti kerja sama, sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, dan kesabaran. Nilai-nilai ini bisa ditanamkan tanpa harus melalui ceramah atau hafalan,” ujar Yuni saat ditemui di sela kegiatan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi di dalam kelas menggunakan media PowerPoint. Materi menyoroti pentingnya karakter dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana permainan tradisional bisa menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter. Setelah sesi materi, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk memainkan dakon dan cublak-cublak suweng. Melalui permainan ini, siswa diajak belajar tentang strategi, kesabaran, dan pentingnya kerja sama tim. Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup, penuh semangat dan tawa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di luar kelas dengan permainan ular naga dan kucing dan tikus. Permainan ini menekankan nilai kekompakan, kebersamaan, serta peran individu dalam kelompok. Anak-anak tampak antusias dan gembira mengikuti setiap aktivitas.
Guru pendamping dari kedua sekolah menyambut positif kegiatan ini. “Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga sangat edukatif. Anak-anak terlihat aktif dan bisa belajar banyak tentang kerja sama serta kejujuran,” ungkap salah satu guru SDN 5 Sikasur.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para siswa maupun guru. Pendekatan pembelajaran karakter melalui permainan tradisional terbukti menjadi alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam dunia pendidikan dasar, khususnya di daerah pedesaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya permainan tradisional sebagai sarana pembentukan karakter dapat terus ditumbuhkan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.