
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tim Gemercik Belik menyelenggarakan Program Pemeriksaan Kesehatan Terpadu di Desa Sodong Basari sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 dan 15 Juli 2025 yang bertepatan dengan kegiatan Posyandu di desa setempat.
Pemateri kegiatan ini Meta Widyaningrum dengan menyasar masyarakat umum, terutama lansia, ibu hamil, remaja, serta bayi dan balita. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai tindakan preventif terhadap penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, obesitas, serta masalah gizi.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan kader kesehatan Posyandu di Desa Sodong Basari. Alur layanan yang harus dijalani masyarakat sebagai penerima manfaat yaitu registrasi, pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, pencatatan hasil, hingga sesi edukasi dan rujukan lanjutan apabila ditemukan kelainan. “Pemeriksaan ini sangat membantu, apalagi gratis. Saya jadi tahu tekanan darah saya tinggi dan bisa langsung dapat saran dari kader. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan,” ujar Sasri, salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut.
Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis menjadi salah satu layanan utama dalam program ini. Data hasil pemeriksaan ini kemudian dicatat dan diserahkan kepada tenaga kesehatan lokal sebagai dasar tindak lanjut. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sistem pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Program ini mendapat sambutan hangat dari warga dan aparat desa karena sejalan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat pedesaan yang kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan medis berkualitas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kondisi kesehatannya secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN–PPM UGM tidak hanya berperan dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mendukung penguatan sistem kesehatan berbasis komunitas. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menjadi bagian dari program rutin Posyandu sebagai bentuk sinergi antara masyarakat, kader kesehatan, dan akademisi dalam menciptakan desa yang sehat dan tangguh.