• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Mengubah Jelantah Menjadi Lilin Berkah: Cerita Ibu-Ibu Kreatif Dusun Ngrandu

Mengubah Jelantah Menjadi Lilin Berkah: Cerita Ibu-Ibu Kreatif Dusun Ngrandu

  • KKN, SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 15: Ekosistem Daratan
  • 4 Agustus 2025, 12.41
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0

Minyak jelantah seringkali berakhir di pembuangan, dianggap sebagai limbah dapur yang tak berguna. Namun, di tangan ibu-ibu Dusun Ngrandu, limbah ini berhasil disulap menjadi produk yang tidak hanya wangi, tetapi juga berpotensi mendatangkan pundi-pundi rupiah sembari mengisi waktu luang. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dibawakan oleh Nala Haniifah Arjanti dengan judul “Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma terapi dari Minyak Jelantah bersama Ibu-Ibu Dusun Ngrandu.”

Proses pembuatan lilin oleh Nala dan Ramfrishca. Foto: Tim KKN UGM Sowan Sawangan

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025, di Gedung Serbaguna dusun Ngrandu ini memiliki tujuan utama yang mulia. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada para ibu, memberdayakan mereka untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan menjadi peluang usaha kecil-kecilan untuk menambah penghasilan keluarga.

Antusiasme warga, khususnya dari kalangan ibu-ibu yang berminat, terasa begitu kuat. Mereka yang hadir dengan semangat ingin tahu, belajar bersama mengubah minyak sisa penggorengan menjadi sesuatu yang bernilai. Prosesnya pun ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Minyak jelantah yang telah dikumpulkan dari dapur masing-masing, pertama-tama disaring untuk menghilangkan kotoran kasar. Kemudian, minyak dibersihkan lebih lanjut dengan metode sederhana namun efektif: mencampurkan minyak panas dengan larutan tepung maizena dan air untuk menyerap sisa kotoran.

Foto bersama ibu-ibu Dusun Ngrandu dalam pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Foto: Tim KKN UGM Sowan Sawangan

Setelah bersih, minyak jelantah siap diolah. Bahan-bahan lain seperti parafin, pewarna dari krayon bekas yang dilelehkan, dan beberapa tetes essential oil ditambahkan untuk menciptakan lilin yang cantik dan wangi. Semua bahan dicampur, dipanaskan hingga meleleh sempurna, lalu dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan mengeras.

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Banyak dari mereka mengaku senang karena sudah cukup lama tidak ada kegiatan pelatihan seperti ini di dusun mereka. Selain menambah ilmu dan membuka wawasan bahwa limbah bisa memiliki nilai jual, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk berkumpul dan bersosialisasi antarwarga.

Nala saat membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Foto: Tim KKN UGM Sowan Sawangan

“Buat saya, ini bukan cuma soal jelantah, tapi soal belajar bareng,” ujar Nala sambil tersenyum.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai pelatihan satu hari. Harapan besarnya adalah agar keterampilan ini dapat terus berlanjut bahkan setelah program KKN selesai. Ibu-ibu didorong untuk terus mempraktekkannya secara mandiri, dengan potensi untuk menjual hasil karya mereka. Dengan kreativitas dan ketekunan, bukan tidak mungkin lilin aroma terapi buatan Dusun Ngrandu ini bisa menjadi produk unggulan yang membantu meningkatkan kemandirian ekonomi warga.

Penulis : Luthfi Massaid, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Sekolah Vokasi UGM, yang sedang KKN PPM di Sawangan, Magelang.

Artikel ini tayang di kumparan.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY