Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • KKN UGM gelar Gemerlap Pinang dukung pelestarian budaya Melayu

KKN UGM gelar Gemerlap Pinang dukung pelestarian budaya Melayu

  • KKN, SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh., SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan
  • 4 Agustus 2025, 07.53
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0
Pelepasan jalan santai pada acara Gemerlap Pinang 2025 yang digelar Tim KKN Universitas Gadjah Mada di Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (2/8/2025). Foto: KKN PPM UGM

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar kegiatan Gemerlap Pinang 2025 guna mendukung pelestarian dan promosi budaya Melayu di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM UGM Ashar Saputra menjelaskan acara ini bagian dari misi KKN UGM untuk menggali kekayaan budaya lokal, khususnya budaya Melayu yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. “Sebelum Indonesia memiliki bahasa nasional, masyarakat sudah menggunakan bahasa Melayu. Artinya, budaya Melayu telah mengakar dan tersebar luas sejak lama,” ujarnya di sela kegiatan Gemerlap Pinang di Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu.

Kegiatan ini diawali dengan jalan santai dilanjutkan pagelaran busana Melayu yang diikuti peserta dari 18 perwakilan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kelurahan se-Tanjungpinang. Ashar menyebut dunia fesyen atau gaya berpakaian yang sedang tren bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan budaya, terutama di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin busana Melayu tetap hidup dan tidak hanya dalam bentuk aslinya, tetapi juga melalui desain kekinian yang tetap menjaga pakem budaya agar jangan sampai kalah oleh budaya luar. “Kegiatan ini diharapkan menginspirasi pemuda lokal Tanjungpinang untuk mengembangkan fesyen Melayu yang berakar pada nilai budaya namun tetap diminati generasi masa kini,” ujar Ashar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang Zulhidayat mengapresiasi kegiatan Gemerlap Pinang 2025, yang sejalan dengan visi dan misi Pemkot Tanjungpinang menjadikan budaya sebagai salah satu potensi besar lokomotif ekonomi daerah. “Tanjungpinang memiliki kekuatan besar dalam budayanya. Kita berada di Taman Gurindam 12, siapa di Indonesia yang tidak kenal karya Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas. Masjid Penyengat yang berdiri di depan kita pun dikenal secara luas,” ujar Zulhidayat. Menurut dia, kekuatan budaya Melayu perlu dioptimalkan sebagai sumber ekonomi yang nyata. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, seperti yang dilakukan bersama UGM.

Zulhidayat juga mengajak UGM terus berkolaborasi dalam memperkenalkan budaya Tanjungpinang, termasuk melalui digitalisasi. Busana Melayu adalah bahasa tanpa kata. Warna pakaian, cara memakai kain samping, hingga bentuk tanjak (penutup kepala), semuanya memiliki makna tersendiri. “Dari situ, kita bisa mengenali peran atau kedudukan orang yang mengenakannya,” ujarnya. Zulhidayat berharap pagelaran busana Melayu dapat menarik perhatian lebih luas dan mempopulerkan budaya Tanjungpinang hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Berita : antaranews.com

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY