
Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Gelombang 2 Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2025, mahasiswa yang tergabung dalam unit Kecamatan Belik, Sub Unit Desa Sikasur, Kabupaten Pemalang, menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Membaca Buku Read Aloud Mengenai Pangan bersama Anak-Anak Desa Sodong Basari”. Kegiatan yang digelar di SD Negeri 02 Sikasur pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 09.00–11.00 WIB ini menyasar siswa-siswi kelas 2 SD. Bertempat di ruang kelas utama, kegiatan ini menghadirkan Nyssa Rifdatul Azmi, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, sebagai pemateri sekaligus fasilitator dalam sesi read aloud.
Mengusung tema pangan dan nutrisi, anak-anak diajak mendengarkan secara aktif cerita dari buku “Biji Merah Luna”, sebuah buku anak yang mengangkat kisah petualangan benih pangan lokal dan pentingnya konsumsi makanan sehat. Metode read aloud atau membaca nyaring yang digunakan dinilai sangat efektif dalam menarik perhatian anak-anak dan membangun interaksi dua arah. Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, namun juga berperan aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, bahkan beberapa di antaranya diminta maju untuk bercerita ulang dengan gaya mereka sendiri. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat KKN PPM UGM yang mengusung nilai-nilai “Srawung, Kawruh, Migunani” – membangun kedekatan sosial, berbagi ilmu, dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat. Dalam konteks ini, kegiatan mendongeng interaktif menjadi media edukasi gizi yang menyenangkan dan efektif, sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak desa wisata.
Menurut data Riskesdas 2023 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi anak usia sekolah di Indonesia yang mengalami masalah gizi kurang masih berada pada angka 9,5%, dengan pola konsumsi makanan sehat yang belum merata, terutama di wilayah perdesaan. Di sisi lain, minat baca anak-anak Indonesia juga masih tergolong rendah. Berdasarkan laporan UNESCO, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001, artinya dari 1.000 orang hanya 1 yang memiliki minat baca tinggi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran pentingnya pangan sehat sekaligus meningkatkan literasi anak-anak sejak dini. Anak-anak Desa Sodong Basari luar biasa antusias dan aktif selama kegiatan berlangsung,” ujar Nyssa Rifdatul Azmi saat diwawancarai seusai kegiatan.
Usai sesi membaca, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas menggambar dan mewarnai tokoh dalam cerita, yang bertujuan memperkuat pemahaman anak terhadap isi buku. Anak-anak dengan ceria mewarnai gambar “Luna”, si biji merah, dan menuliskan satu pesan dari cerita yang mereka pahami. Suasana kelas dipenuhi canda, tawa, dan semangat yang menyala.
Kepala SD Negeri 02 Sikasur, Bapak Warno, S.Pd., turut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. “Ini adalah pengalaman baru dan menyenangkan bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan secara berkala,” ucapnya. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat desa dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada aspek pendidikan dasar dan kesehatan masyarakat.
Ke depan, tim KKN PPM UGM Sub Unit Sikasur berencana melanjutkan kegiatan serupa dengan tema-tema edukatif lainnya seperti kebersihan lingkungan, pentingnya air bersih, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Harapannya, anak-anak sebagai generasi penerus dapat tumbuh dengan wawasan yang lebih luas serta kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan literasi.
Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan minat baca, namun juga menyemai benih perubahan positif di Desa Sodong Basari. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Sumber berita : g-news.id