
Sebuah kegiatan identifikasi jenis pohon dilakukan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Curug Bengkawah sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) mahasiswa Fakultas Kehutanan. Kegiatan ini bertujuan untuk menginventarisasi kekayaan hayati kawasan tersebut serta mendukung pengelolaan kawasan yang kini berstatus peralihan dari Cagar Alam ke Taman Wisata Alam.
Program ini diinisiasi oleh Regina Floreta Yasmijn Nurjanto, mahasiswi Fakultas Kehutanan, dan dibantu oleh dua rekan se-fakultas, yaitu Adelia Miftah Fitriawida dan Ausguna Jka Rachmalia. Kegiatan dilaksanakan selama masa KKN dengan proses pengambilan data lapangan yang dilakukan selama lima hari.
Pengambilan data dilakukan di dua zona: area pengunjung dan area non-pengunjung Curug Bengkawah. Mahasiswa didampingi oleh pengelola kawasan TWA dalam proses ini guna memastikan ketepatan lokasi serta keamanan kegiatan. Identifikasi dilakukan terhadap setiap individu pohon yang memenuhi kriteria berdasarkan tingkat pertumbuhan dan bentuk pertumbuhannya. Jenis pohon ditentukan melalui ciri morfologi yang diamati secara langsung.
Menurut Regina, program ini tidak hanya bertujuan untuk pengumpulan data biodiversitas, tetapi juga diharapkan dapat mendorong pengembangan wisata minat khusus seperti ecotourism, yang berbasis pada kekayaan sumber daya alam lokal. Dengan adanya data yang teridentifikasi dan terdokumentasi, kawasan wisata dapat dipromosikan secara lebih ilmiah dan menarik bagi wisatawan yang memiliki ketertarikan pada ekowisata.
Hasil kegiatan ini kemudian disusun dalam sebuah booklet digital yang memuat informasi jenis-jenis pohon yang ditemukan selama observasi. Booklet tersebut telah diunggah dan dapat diakses oleh masyarakat melalui website desa pada tautan berikut:
https://storymaps.arcgis.com/stories/4177a61e65294cf8932d1b388e94722a
Pihak pengelola TWA menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi akademis yang mendukung pengelolaan konservasi dan promosi wisata berbasis lingkungan. Dengan adanya data biodiversitas yang terdokumentasi, langkah pelestarian dan promosi kawasan wisata alam dapat dilakukan dengan lebih terarah dan berkelanjutan.