
Salaman, Magelang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan KKN Universitas Tidar melaksanakan program sosialisasi bertajuk “Pelatihan NIB, Marketing, dan Finance untuk UMKM” di Desa Margoyo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mendampingi pelaku UMKM lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi umum yang ditujukan kepada seluruh pelaku usaha mikro di desa Margoyo. Dalam sesi ini, tim KKN memperkenalkan pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai dasar legalitas, strategi pemasaran yang efektif, pentingnya identitas merek (branding), serta pengelolaan keuangan usaha yang sehat.
Respons Positif dan Lahirnya Pembinaan Khusus
Sosialisasi ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Beberapa pelaku UMKM yang tertarik untuk mengembangkan usahanya lebih lanjut kemudian mengikuti pembinaan khusus yang difasilitasi oleh tim KKN. Dalam pembinaan lanjutan ini, para peserta dibimbing secara langsung untuk melakukan pendaftaran NIB, mendesain ulang kemasan produk, serta membuat perencanaan pemasaran dan pembukuan sederhana.
Salah satu UMKM yang mendapatkan pendampingan adalah UMKM Sawutan milik Robin dusun Tubansari, yang bergerak di bidang produksi makanan olahan berbahan dasar ketela. Robin mengaku baru pertama kali mendapatkan pendampingan langsung yang menyentuh berbagai aspek usaha, mulai dari legalitas hingga strategi penjualan. “Selama ini saya menjalankan usaha berdasarkan pengalaman saja. Baru kali ini saya dibimbing membuat NIB, belajar kemasan produk, dan cara promosi lewat media sosial. Sangat membantu sekali,” ujar Robin.
Kolaborasi dengan Pemerintah Desa
Kepala Desa Margoyo, Adi Perdana, menyambut baik inisiatif ini dan berharap pendampingan seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang. “Anak-anak muda dari UNTIDAR dan UGM ini sangat peduli dan sabar mendampingi warga kami. Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, karena UMKM di desa ini sebenarnya punya potensi besar,” ujarnya.