Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Ruang Rapat Pemerintah Kabupaten Belitung, Senin (11/8/2025) pagi.
Pemerintah daerah bersama perwakilan desa dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Belitong berkumpul untuk melepas “Laskar Selasik”, yang telah menyelesaikan pengabdian selama 20 hari di Desa Sungai Padang dan Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk.
Dalam sambutannya, DPL Iswandi mengungkapkan bahwa penempatan tim di Belitung melewati seleksi ketat. Dari lima proposal KKN-PPM yang diajukan untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hanya satu yang diterima untuk wilayah ini. Tantangan juga muncul dari keterbatasan anggaran pelaksanaan program, di mana UGM hanya menyediakan biaya transportasi, sementara kebutuhan di lapangan harus dioptimalkan dengan sumber daya terbatas.
“Program di desa Sungai Padang dan desa Sijuk berjalan cukup baik. Terima kasih kepada KAGAMA Belitong, aparat desa, dan warga yang menerima mahasiswa dengan hangat,” ujarnya.
Iswandi menambahkan, tahun sebelumnya tim KKN-PPM UGM juga melaksanakan pengabdian di Belitung, tepatnya di Kecamatan Selat Nasik, namun setiap tahun lokasi pengabdian harus berbeda.
Wakil Bupati Syamsir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kontribusi mahasiswa UGM bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kombinasi kolaborasi dan keilmuan yang tepat.
“Kami rindu kehadiran mahasiswa UGM. Jangan lupakan Belitung. Semoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan membawa kalian kembali suatu saat nanti,” ungkap Syamsir.
Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik dan kembali ke masyarakat dengan kesiapan beradaptasi di berbagai situasi. Atas nama pemerintah daerah, ia meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama mahasiswa menjalankan program, serta berharap mereka membawa cerita positif tentang Belitung.
Jejak Pengabdian
Selama 20 hari, Tim KKN-PPM UGM menjalankan berbagai program pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberi dampak positif langsung bagi warga, tetapi juga membuka peluang promosi potensi Belitung kepada jaringan akademisi nasional.
Kehadiran mahasiswa dianggap membantu membangun kapasitas masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat lokal.
Bagi Belitung, kedatangan mahasiswa UGM adalah bagian dari investasi sosial dan pendidikan jangka panjang. Bagi mahasiswa, pengabdian ini adalah pengalaman nyata yang tak hanya memperkaya ilmu, tetapi juga memperdalam pemahaman tentang arti kontribusi di tengah masyarakat.