
Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, tim KKN PPM UGM melakukan pendampingan dan observasi terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kerajinan batu. Hal ini juga sesuai dengan tema kami yaitu tentang pendampingan UMKM. Melalui kunjungan langsung dan wawancara mendalam, tim berupaya menggali potensi, tantangan, serta proses kreatif di balik usaha kerajinan batu yang menjadi sumber penghidupan sekaligus warisan keterampilan lokal.
Kami dari Tim KKN PPM UGM SADARSA MUNTILAN berkesempatan untuk mewawancarai salah satu UMKM kerajinan batu yang ada di Muntilan, yaitu bernama Sewan Stone Kompleks. Usaha ini berdiri dari tahun 2014 dan sudah konsisten memproduksi berbagai kerajinan batu berbahan dasar batu lava salah satu jenis batu yang juga digunakan dalam pembangunan candi karena kekuatan dan ketahanannya. Batu-batu tersebut diperoleh dari distributor, dan setiap proses produksi memerlukan waktu yang berbeda-beda, dikarena ukuran dan bentuk bahan yang digunakan tidak selalu sama.

Menariknya lagi, proses produksi di Sewan Stone Kompleks telah menggabungkan antara teknologi dan keterampilan pahatan tradisional. Pada tahap awal, bentuk dasar seperti lingkaran akan dicetak menggunakan mesin, namun untuk detail akhir akan melakukan pahatan yang dikerjakan secara manual oleh para pengrajin berpengalaman. Bahan batu dengan kualitas yang kurang baik pun tidak terbuang sia-sia dapat juga dimanfaatkan untuk membuat batu nisan, yang tidak membutuhkan tampilan visual sempurna.
Produk utama yang dihasilkan yaitu ada stupa, cobek, dan batu nisan. Untuk strategi pemasaran, Sewan Stone Kompleks pada tingkat lokal, mereka menyediakan jasa pemotongan batu untuk mensuplai kebutuhan UMKM kerajinan batu lainnya. Sementara itu, untuk memperluas jangkauan pasar, mereka juga memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia sebagai sarana penjualan e-commerce. Inovasi dan adaptasi inilah yang membuat UMKM ini terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri kerajinan batu yang banyak pada daerah Muntilan khususnya.
Penulis: Velya Lani Anabella, Mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, sedang melaksanakan KKN-PPM di Muntilan, Kab. Magelang
Artikel ini telah dimuat di kumparan.com