Bulaksumur (16/12/2025) – Delegasi Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada melakukan kunjungan lapangan ke UMKM binaan di Kabupaten Klaten, yakni Komunitas UMKM Peken Gematen St. Abraham, yang berada di bawah naungan Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta Klaten Kota. Komunitas yang beralamat di Jalan Andalas No. 24, Sikenong, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini memiliki 130 anggota yang bergerak di sektor pangan, fesyen, dan kerajinan. Seluruh anggota komunitas merupakan jemaat gereja dan sebagian di antaranya terlibat aktif sebagai peserta dalam kegiatan UMKM Class Series yang diselenggarakan oleh DPKM UGM.
Kunjungan tersebut menjadi ruang dialog antara delegasi DPKM UGM dan para pelaku UMKM untuk menggali testimoni keikutsertaan dalam UMKM Class Series serta menelaah sejauh mana dampak program tersebut terhadap pengembangan usaha. Salah satu peserta aktif, Bu Danis, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kemajuan signifikan pada aspek branding dan peningkatan kualitas produk. Pengetahuan yang diperoleh dinilai aplikatif dan berdampak langsung pada peningkatan pemasaran. Seluruh seri kelas dianggap menarik, terutama tema legalitas usaha dan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Selain itu, materi pengolahan singkong menjadi mocaf juga dinilai membuka peluang kerja sama lintas pelaku usaha. Ia mengusulkan penguatan pelatihan berbasis praktik, seperti pengolahan minuman rempah, agar manfaat pembelajaran semakin optimal.
Testimoni positif juga disampaikan oleh Bu Deni yang menilai UMKM Class Series mampu memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan kewirausahaan. Program “1000 UMKM” disebut sangat relevan, khususnya pada sesi coaching clinic bertema digital marketing yang memberikan pemahaman strategis mengenai pemasaran berbasis teknologi. Sementara itu, Bu Novida menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir dan memperluas wawasan usaha. Tema pemasaran serta pengolahan singkong menjadi mocaf dinilai sangat bermanfaat, meskipun ia menyoroti pentingnya kelas praktik karena kompleksitas materi yang kurang optimal apabila hanya disampaikan secara teoretis.
Dampak tidak langsung UMKM Class Series juga dirasakan oleh anggota komunitas yang belum mengikuti kegiatan secara penuh. Bu Prapti, pelaku usaha yang merintis dari nol, merasakan manfaat melalui interaksi dengan komunitas peserta yang aktif dan saling mendukung. Ia menilai program ini masih sangat dibutuhkan, khususnya terkait pengemasan, branding, dan digital marketing, serta berharap adanya pelatihan dasar bagi pelaku usaha pemula, termasuk teknik plating dan pengemasan produk. Senada dengan itu, Bu Astuti, pelaku usaha keripik pisang yang menghadapi kendala mahalnya bahan baku, menyampaikan ketertarikannya untuk mengikuti UMKM Class Series di masa mendatang karena dinilai menarik dan relevan dengan kebutuhan pengembangan usahanya.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi DPKM UGM juga merekomendasikan pembentukan klaster usaha di dalam Komunitas UMKM Peken Gematen St. Abraham, yang meliputi klaster pangan, klaster fesyen, dan klaster kerajinan. Pembentukan klaster ini diharapkan dapat mempermudah konsolidasi antar-UMKM sejenis sehingga pada akhirnya mampu memperkuat daya tawar produk di pasar yang lebih luas. Selain itu, DPKM UGM mendorong terwujudnya kesinambungan kolaborasi melalui perluasan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten Klaten. Berbagai persoalan yang dihadapi anggota komunitas juga diharapkan dapat dipetakan secara komprehensif sebagai dasar penentuan permasalahan kunci sehingga UGM dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran melalui skema pelatihan dan praktik yang aplikatif.
[wd.ayb]