Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • UMKM Sekar Jawi Naik Kelas

UMKM Sekar Jawi Naik Kelas

  • Berita Utama DPkM, Pemberdayaan Masyarakat, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 5: Kesetaraan Gender, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur, TTG, UMKM
  • 11 Desember 2025, 15.59
  • Oleh: jokow
  • 0

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada yang melakukan kunjungan lapangan ke UMKM Sekar Jawi terdiri dari Widodo, S.T.P., M.Sc. dan apt. Irfan Muris Setiawan, S.Farm., M.Sc. Kunjungan ini bagian dari program pendampingan untuk memperkuat kapabilitas produksi, legalitas produk, dan strategi branding UMKM berbasis kearifan lokal di Peleman RT 09, Kalirandu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

UMKM Sekar Jawi, didirikan pada 2015 oleh Ibu Septi Setiani, seorang alumni D2 Jamu Fakultas Farmasi UGM, yang berkembang dari usaha lulur tradisional menjadi unit usaha yang memproduksi lebih dari 50 varian produk, meliputi kosmetik tradisional (lulur, scrub, sabun, masker), pangan olahan, serta produk UMOT (Obat Tradisional). Perusahaan telah memenuhi sejumlah persyaratan legal dan mutu: sertifikasi BPOM untuk produk tertentu, izin edar MD dan HACCP untuk kategori pangan, serta PIRT untuk produk makanan rumah tangga; ini menegaskan komitmen pada standar keamanan dan daya saing pasar. Menurut data makro, sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan puluhan juta unit usaha terdaftar, angka yang terus menjadi fokus kebijakan pemulihan dan penguatan. Menurut catatan nasional, tercatat sekitar lebih dari 64 juta unit UMKM yang tercatat hingga akhir 2025.

 

Dari perspektif pasar, peluang di segmen kosmetik dan personal care serta herbal menunjukkan momentum positif. Pasar kosmetik Indonesia pada beberapa laporan diperkirakan bernilai miliaran dolar AS pada pertengahan dekade ini dengan laju pertumbuhan tahunan yang solid; segmen skincare tercatat sebagai salah satu pemicu pertumbuhan terbesar. Di ranah jamu dan herbal, proyeksi pasar domestik menunjukkan kenaikan signifikan hingga awal dekade berikutnya, mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap produk alami dan fungsional. Tren ini membuka peluang bagi pelaku UMKM seperti Sekar Jawi untuk menambah nilai melalui diferensiasi produk, standar mutu, dan penetrasi digital.

 

Kunjungan Tim Pengabdian UGM menitikberatkan evaluasi tiga aspek utama: (1) produksi dan mutu, terdiri dari penilaian praktik sanitasi, prosedur produksi bersih, serta dokumentasi mutu; (2) legalitas dan kepatuhan, terdiri dari verifikasi sertifikasi BPOM, MD, HACCP, dan PIRT; (3) pemasaran dan branding, terdiri dari strategi pemasaran multi-kanal yang sudah berjalan (toko retail di Jawa–Bali dan platform e-commerce seperti Shopee). Hasil pengamatan menunjukkan UMKM Sekar Jawi sudah berada pada jalur yang baik namun masih memiliki ruang penguatan pada manajemen mutu terintegrasi, pengembangan kemasan berstandar pasar modern, serta skema pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas dan kesinambungan operasional.

Salah satu aspek pemberdayaan yang patut dicatat ialah komposisi tenaga kerja: Sekar Jawi mempekerjakan 13 orang, mayoritas perempuan. Keberadaan tenaga kerja perempuan ini memberikan dampak sosial-ekonomi lokal, yaitu peningkatan pendapatan rumah tangga serta penguatan kapasitas keterampilan yang memerlukan ketelitian tinggi, karakter yang cocok untuk proses peracikan produk kosmetik dan jamu. Di sisi bisnis, omzet UMKM tersebut menunjukkan tren pertumbuhan positif dan dinamis, sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik terhadap produk alami dan bernilai budaya.

Dalam konteks kebijakan dan iklim usaha, pemerintah telah meluncurkan sejumlah kebijakan untuk mendukung pemulihan dan penguatan UMKM, termasuk insentif pembiayaan dan kebijakan legalitas yang mempermudah akses modal. Inisiatif-inisiatif tersebut memperkuat fondasi bagi UMKM untuk memperbesar skala usaha, mengadopsi digitalisasi, dan mengejar peluang ekspor, terutama ketika Indonesia memposisikan diri menuju visi jangka panjang “Indonesia Emas 2045” sebagai fase transformasi sosial-ekonomi yang memberikan ruang besar bagi peningkatan nilai tambah produk lokal.

Melihat horizon 2030–2045, terdapat beberapa implikasi strategis untuk Sekar Jawi dan UMKM sejenis: (1) target pasar domestik akan tumbuh sejalan dengan peningkatan pendapatan dan preferensi pada produk sehat/alami; (2) kebutuhan standar mutu, traceability bahan baku lokal, dan sertifikasi internasional akan menjadi pembeda utama untuk penetrasi pasar ekspor; (3) digitalisasi pemasaran dan supply chain akan menjadi prasyarat kompetitif; dan (4) kolaborasi riset antara akademisi dan pelaku usaha perlu ditingkatkan untuk transformasi produk tradisional menjadi produk bernilai komersial tersertifikasi. Visi Indonesia Emas 2045 memberi kerangka jangka panjang yang memposisikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi inklusif dan berkelanjutan sehingga persiapan strategis sejak sekarang (2030 ke atas) adalah kunci untuk memetik peluang pada periode tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Tim Pengabdian UGM merekomendasikan beberapa langkah prioritas bagi UMKM Sekar Jawi, yaitu penguatan manajemen mutu terpadu (SOP, dokumentasi), peningkatan kapasitas sumber daya manusia khususnya di bidang produksi dan kontrol kualitas, optimalisasi pemasaran digital dan storytelling brand yang mengangkat nilai budaya, serta studi kelayakan dan perencanaan untuk realisasi konsep Kafe Jamu & SPA yang digagas oleh pendiri sebagai ruang edukasi dan promosi produk. UGM berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan teknis dan akselerasi akses pasar sehingga Sekar Jawi dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (ayb. wdd, 11/12/2025)

 

1https://kadin.id/data-dan-statistik/umkm-indonesia/

2https://www.databridgemarketresearch.com/nucleus/indonesia-cosmetics-market

3https://zenodo.org/records/14590743

4https://www.reuters.com/markets/asia/indonesia-gives-small-medium-businesses-six-month-window-loan-forgiveness-2024-11-11/

5https://indonesia2045.go.id/

6https://indonesia2045.go.id/

7 https://zenodo.org/records/14590743

Tags: #SDG 5 #SDG17 #SDG8 #SDG9

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY