SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada melaksanakan sosialisasi dan praktek pembuatan mineral block bagi peternak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Selain untuk meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya penambahan asupan mineral bagi ternak ruminansia, kegiatan ini dapat memberikan solusi praktis dan murah dalam pemenuhan kebutuhan mineral untuk hewan ternak.
Inovatisi Mahasiswa KKN-PPM UGM 2025 Ciptakan Alamat ” Bungintimbe Watersafe” Untuk Deteksi Dini Banjir. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGMProgram Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada tahun 2025 kembali menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Kali ini, sekelompok mahasiswa UGM menciptakan alat pendeteksi banjir yang diberi nama “Bungintimbe WaterSafe” dan telah dipasang di Desa Bungintimbe, Kabupaten Morowali Utara, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Desa Jati, Kecamatan Sawangan, merupakan salah satu wilayah pedesaan di lereng Merbabu yang masyarakatnya masih sangat bergantung pada sektor pertanian. Aktivitas bertani bukan hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas dan identitas sosial masyarakat desa. Namun ternyata masih banyak akses lahan pertanian yang curam dan berbukit kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Melihat kondisi ini, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2025 menghadirkan solusi sederhana namun fungsional yaitu katrol angkut hasil panen.
Unit Kalasan KKN PPM UGM Periode 2 Tahun 2025 melaksanakan program pengabdian wajib dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Purwomartani, Sleman dibawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. Endah Retnaningrum S.Si M.eng. Salah satu lokus kegiatannya adalah di Padukuhan Sorogenen II, di mana mahasiswa UGM mengusung tema besar “Pemberdayaan Masyarakat Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Guna Mendukung Desa Mandiri.” Tema ini diimplementasikan melalui serangkaian program kerja inovatif yang bertujuan untuk mengatasi tantangan lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelana Kalasan Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan program unggulan bertajuk “UMKM Day” di Padukuhan Juwangen. Program ini dirancang secara berkesinambungan untuk membekali para pelaku usaha dengan empat pilar utama: legalitas, visual produk, kreativitas desain, dan pemasaran digital. Melalui serangkaian workshop dan pendampingan yang terintegrasi, acara ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang melihatnya sebagai jawaban atas tantangan bisnis di era modern.

Pulau Neira atau Banda Neira adalah pulau utama di Gugus Pulau Banda. Pada tulisan sebelumnya, saya mencitrakan Banda Neira sebagai gugus pulau di Indonesia yang memiliki keindahan alam dan sejarah luar biasa, tetapi terlupakan oleh Indonesia. Hari ini, Presentasi Hasil Kerja dari Mahasiswa-mahasiswa KKN-PPM dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengingatkan saya untuk menyematkan identitas tambahan “kekayaan sosial budaya” pada gugus pulau yang secara administrasi masuk ke Kabupaten Maluku Tengah ini.
Di salah satu sudut Kalasan, sebuah pemandangan mulai menjadi hal biasa: pelanggan menundukkan kepala, membuka aplikasi pembayaran digital, memindai kode QR yang terpasang, dan seketika notifikasi transaksi berbunyi. Tidak ada uang tunai yang berpindah tangan. Inilah wajah baru transaksi harian UMKM Kalasan sejak kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 2019, QRIS merupakan standar pembayaran nasional yang bertujuan menyatukan berbagai macam kode QR ke dalam satu sistem tunggal, menjadikan transaksi lebih cepat, mudah, aman, dan andal.

Cepit, Bokoharjo, Prambanan – Di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap bertahan dan berkembang. Menjawab tantangan ini, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beranggotakan enam mahasiswa lintas disiplin melaksanakan program digitalisasi UMKM lokal di Dusun Cepit pada Rabu, 16 Juli 2025.

Upaya memperkuat digitalisasi sektor ekonomi desa terus digencarkan. Pada Minggu, 27 Juli 2025, dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, memberikan edukasi sistem pembayaran digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada para pelaku UMKM Wisata Telaga Biru.



