Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat—Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk periode kedua tahun 2026 di Lapangan Pancasila, UGM (19/6). Acara ini menandai dimulainya program selama 50 hari yang akan berlangsung dari 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, di berbagai wilayah di Indonesia.
SDGs 3 Kehidupan sehat dan sejahtera
Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pembekalan untuk KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) yang khusus berfokus pada kefarmasian. Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026 (1/6). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menerapkan ilmu kefarmasian secara praktis sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat sistem mitigasi dan keselamatan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan melalui briefing untuk Kormanit, Bendahara, dan Koordinator Safety, Health, and Environment (Korma SHE) yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM (26/5).
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) mengadakan workshop yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan dan membekali Koordinator Wilayah (Korwil) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026 (25/5). Acara ini berlangsung di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, MM UGM, dan menjadi ruang strategis bagi Korwil dan DPL untuk menyamakan persepsi terkait mitigasi risiko, keselamatan mahasiswa, kesehatan mental, penguatan etika, serta tata kelola pendampingan lapangan yang lebih adaptif.
Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., Direktur DPkM UGM, menyampaikan apresiasi kepada DPL yang terus mendampingi mahasiswa dengan semangat pengabdian di tengah kompleksitas tantangan di lapangan. Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini sangat penting untuk mencari titik temu dalam memperkuat kualitas pengabdian masyarakat UGM. “Tema besar KKN-PPM tahun ini adalah ketahanan pangan dan perubahan iklim untuk keberlanjutan. Dari pengabdian inilah nantinya akan muncul metode khas dari masing-masing lokasi,” terangnya.
Ia juga menyoroti tantangan pendanaan pengabdian yang masih menjadi isu sentral dalam pelaksanaan KKN-PPM. Meskipun demikian, UGM tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program dengan memperluas kerja sama bersama berbagai mitra dan mendorong internasionalisasi pengabdian masyarakat.
Dalam sesi diskusi panel pertama, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., menekankan bahwa mitigasi risiko menjadi salah satu fokus utama pelaksanaan KKN-PPM 2026. Menurutnya, berbagai dinamika dan kejadian pada pelaksanaan sebelumnya menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat sistem pengamanan mahasiswa di lapangan. “Untuk mitigasi bencana menjadi poin yang krusial. Kita sudah sedemikian mengusahakan dan mempersiapkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Prof. Nanung juga memaparkan profil pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026 yang melibatkan 8.177 mahasiswa di 32 provinsi, 132 kabupaten, dan 272 kecamatan dengan total 289 unit KKN. Ia menjelaskan bahwa tren pelaksanaan KKN di luar Pulau Jawa terus meningkat, namun berbagai tantangan operasional, khususnya terkait transportasi dan pendanaan mahasiswa, tetap perlu menjadi perhatian bersama.
Selain aspek teknis, isu kesehatan mental mahasiswa turut menjadi pembahasan penting dalam workshop ini. Psikolog UGM, Aisha Sekar Lazuardini Rachmani, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN saat ini menghadapi tantangan psikologis yang semakin kompleks, terutama akibat adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realitas di lapangan. “Ada gap ekspektasi dan realita. Banyak mahasiswa melihat KKN sebagai sesuatu yang seru dan menyenangkan, padahal di lapangan mereka menghadapi tekanan sosial, konflik kelompok, hingga tuntutan program yang besar,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa DPL memiliki peran sebagai first responder dalam situasi krisis mahasiswa. Oleh sebab itu, komunikasi intensif dan kemampuan memahami spektrum kondisi psikologis mahasiswa menjadi sangat penting dalam proses pendampingan. “Yang harus dilakukan adalah memahami situasi yang terjadi, menjaga keamanan dan privasi mahasiswa, tetap tenang, serta segera menghubungi pihak yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Penguatan budaya keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam sesi mitigasi bencana dan Safety, Health, and Environment (SHE) yang disampaikan oleh Prof. Leni Sophia Heliani dan Soleh Aminudin. Dalam paparannya, Prof. Leni menekankan bahwa program KKN merupakan kegiatan dengan risiko yang sangat kompleks, mulai dari risiko lingkungan, sosial budaya, hingga transportasi. “Mahasiswa harus memahami bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Jangan mengikuti kebiasaan lokal yang tidak aman, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan atau beraktivitas di air tanpa kemampuan yang memadai,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko secara sistematis melalui identifikasi bahaya, analisis risiko, pengendalian, hingga monitoring berkelanjutan selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, Soleh Aminudin menyoroti pentingnya transformasi budaya keselamatan di lingkungan KKN-PPM UGM. Menurutnya, kecelakaan tidak pernah terjadi hanya karena satu faktor, tetapi merupakan akumulasi dari berbagai celah sistem yang gagal diantisipasi. “Keselamatan adalah pondasi utama suksesnya pengabdian masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa UGM tengah mendorong perubahan paradigma dari pendekatan reaktif menuju sistem keselamatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan melalui penguatan SHE Plan, emergency response plan, hingga monitoring risiko secara berkala.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., dalam arahannya turut menegaskan pentingnya memahami perubahan karakter dan pola interaksi mahasiswa saat ini. Menurutnya, DPL perlu mampu menjadi fasilitator yang memahami dinamika generasi muda sekaligus membangun budaya saling melindungi di lingkungan KKN-PPM. “Di satu sisi kita bangga dengan jumlah mahasiswa yang besar saat penerjunan KKN-PPM, tetapi di sisi lain ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi mereka. Kuncinya sekarang adalah membangun budaya saling melindungi,” terangnya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang adaptif, aman, dan berdampak melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2026. Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menggelar Workshop Konsolidasi dan Koordinasi bersama Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) secara daring (23/5).
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan Bakti Kampus dan Konsolidasi Unit KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 pada Sabtu dan Minggu, (16-17/5). Memasuki pekan ketiga pelaksanaan Bakti Kampus, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kerja bakti lingkungan, tetapi juga momentum penguatan soliditas unit, koordinasi program, serta pembentukan sistem mitigasi keselamatan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian di berbagai wilayah Indonesia.
Yogyakarta — Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Regional Centre of Expertise (RCE) Yogyakarta, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, menjalin kerja sama internasional dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dalam program bertajuk Networking for Innovative, Cultural & Sustainability. Kegiatan yang berlangsung pada 18–24 April 2026 ini menjadi wujud nyata upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang budaya, pembangunan berkelanjutan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat komitmennya dalam pengurangan risiko bencana melalui partisipasi pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) ke-9 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (6-7/5). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai unsur pentahelix kebencanaan dalam memperingati 20 tahun Gempa Yogyakarta 2006 sekaligus memperkuat tata kelola risiko bencana di Indonesia.
Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit Srawung Gonku dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti yang disebut Gerakan Bersih Sungai Code (17/4). Inisiatif ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Terban dan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai, sekaligus memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam praktik pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan Pertukaran Budaya bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) di SD Negeri Cemoro, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali (20/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional yang mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan pertukaran budaya dan edukasi lintas negara, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berfokus pada negara berkembang dan pendidikan dasar.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, melibatkan siswa SD Negeri Cemoro dalam berbagai aktivitas edukatif. Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama mahasiswa UNIMAS memperkenalkan budaya Indonesia dan Malaysia, memberikan edukasi kesehatan seperti praktik mencuci tangan, serta mengajarkan dasar-dasar gizi seimbang. Aktivitas ini dikemas dengan cara yang menyenangkan, termasuk lomba mewarnai dan pembagian alat tulis serta makanan khas dari kedua negara.