• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Atasi Masalah Sampah di Pulau Bawean, Mahasiswa KKN UGM Buat Inovasi Kompor Roket

Atasi Masalah Sampah di Pulau Bawean, Mahasiswa KKN UGM Buat Inovasi Kompor Roket

  • KKN, KKN-PPM, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
  • 14 Agustus 2026, 13.22
  • Oleh: prayudhi.kurniawan
  • 0

Menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM 2026, Tim Bentangan Bawean menghadirkan inovasi berupa alat pembakaran sampah sederhana berbasis rocket stove  atau kompor roket di dua titik, di Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu program kerja unggulan sekaligus terakhir yang dilaksanakan oleh tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah di wilayah Desa Tanjungori dan Desa Telukjatidawang.

Dua unit rocket stove ditempatkan berdasarkan subunit masing-masing. Unit pertama berada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Tanjungori dengan dengan pembangunan yang dipimpin Dimaz Adam Prasetyo dari Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan UGM. Sementara itu, unit kedua ditempatkan di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, yang pembangunannya dipimpin Kalleh Nur Subekti dari Prodi Teknik Sipil UGM.

Rocket stove adalah alat pembakaran sampah sederhana yang dirancang untuk membantu proses pengurangan sampah melalui pembakaran dengan kapasitas sekitar 5–10 kilogram per jam dalam sekali pengoperasian. Kehadiran alat ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendukung pengelolaan sampah, khususnya terhadap sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan dan pengolahan.

Dimaz sebagai penanggung jawab pembuatan rocket stove di Desa Tanjungori, menjelaskan  pembuatan alat tersebut mempertimbangkan kebutuhan pengelolaan sampah yang ada di tingkat desa. “Pembuatan rocket stove ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama untuk membantu mengurangi timbulan sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Harapannya, alat ini tidak hanya digunakan selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dimaz, Jumat (14/8).

Penempatan alat di TPS Desa Tanjungori menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan di desa. Sebelumnya, masyarakat bersama pengelola sampah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Dengan adanya rocket stove, proses pengelolaan diharapkan dapat semakin terbantu, terutama untuk sampah residu yang tersisa setelah proses pemilahan.

Ketua pengelola sampah Desa Tanjungori, Sukasih, menyambut baik keberadaan alat tersebut. Menurutnya, fasilitas tambahan seperti rocket stove dapat membantu masyarakat dan pengelola dalam menangani sampah yang selama ini masih menjadi tantangan. “Adanya alat ini sangat membantu pengelolaan sampah di desa. Selama ini kami sudah berusaha memilah dan mengelola sampah yang ada, tetapi masih ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan. Dengan adanya rocket stove ini, mudah-mudahan pengelolaan sampah di sini bisa lebih terbantu dan masyarakat juga semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Sukasih.

Program penyediaan rocket stove menjadi bagian dari rangkaian upaya KKN-PPM UGM Bentangan Bawean dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Selain menghadirkan fasilitas, mahasiswa juga memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan alat kepada masyarakat agar keberlanjutan program dapat dilanjutkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir.

Penempatan dua unit rocket stove di Desa Tanjungori dan Desa Telukjatidawang menjadi penutup rangkaian program kerja Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean.  Melalui program tersebut, Tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean berharap hasil kegiatan tidak berhenti setelah berakhirnya masa pengabdian, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah.

Reportase : Lathieffa Rizqyanova Ramadhani/Tim KKN

Penulis : Fatihah Salwa Rasyid

Editor : Gusti Grehenson

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY