Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM JT 152 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pomah, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, melalui program pemberdayaan peternak berbasis pengelolaan limbah dan peningkatan kesehatan ternak.
Kegiatan ini mengangkat tema “Sosialisasi dan Pelaksanaan Program Pembuatan Permen Sapi/Mineral Blok dan Pengolahan Limbah Sapi Menjadi Pupuk Kompos”.
Pasalnya, sektor peternakan sapi, khususnya sapi pedaging merupakan salah satu sumber penghasilan bagi warga desa Pomah, Tulung, Klaten. Namun, berdasarkan observasi di lapangan, tumpukan feses (kotoran) masih banyak dijumpai di area kandang. Kondisi ini menyebabkan beberapa kotoran menempel di kulit dan rambut sapi. Selain itu, beberapa ekor sapi menunjukkan kisaran berat badan (skor kondisi tubuh) di bawah ideal. Tumpukan kotoran di dekat sapi juga menyebabkan lalat hinggap dan berisiko menularkan parasit pada sapi.
Para peternak menyatakan bahwa mereka telah berupaya rutin membersihkan kotoran sapi di area kandang, namun masih belum mengelola dengan optimal.
Peternak juga mengeluhkan adanya beberapa ekor sapi mereka yang harus dikawin suntik selama beberapa kali (berulang) demi menghasilkan anakan. Hal ini menjadi tantangan bagi usaha mereka dalam beternak sapi pedaging.
Tim dosen UGM (Dr. drh. Vika Ichsania Ninditya, Dr. drh. Vincentia Trisna Yoelinda, M.Si, dan Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP) beserta mahasiswa KKN-PPM 2026 di desa Pomah, Tulung, Klaten menjawab permasalahan tersebut melalui sosialisasi kepada para peternak mengenai pemanfaatan limbah peternakan, khususnya kotoran dan sisa kegiatan pemeliharaan sapi, untuk diolah menjadi pupuk kompos. Kotoran sapi yang menumpuk tidak sekadar dibuang begitu saja, tetapi diubah menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan sanitasi, kesehatan ternak, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan peternak.
Pengolahan limbah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan limbah di sekitar kandang sekaligus menstimulasi peternak agar berdaya dalam menciptakan sistem peternakan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain pengelolaan limbah, masyarakat juga diperkenalkan dengan pembuatan permen sapi atau mineral blok yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2026 sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan mineral ternak. Pemberian mineral dalam bentuk yang praktis diharapkan dapat membantu peternak dalam meningkatkan pemeliharaan dan produktivitas sapi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik bersama peternak. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif para peternak dalam mengikuti kegiatan dan berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha peternakan sehari-hari.
Edukasi mengenai risiko penyakit parasit akibat kurangnya manajemen kandang dan pakan, beserta cara pencegahannya pun turut disampaikan guna meningkatkan kesadaran dan literasi para peternak. Selain itu, penjabaran keterkaitan dan manfaat pemberian permen sapi (mineral blok) dan pengolahan pakan terhadap kondisi fisiologis dan produktivitas sapi turut ditambahkan di sela-sela diskusi dengan peternak.
Untuk memudahkan peternak mengingat kembali serta mempraktikkan hasil sosialisasi, drh. Vika, drh. Yoel dan Ir. Riyan memberikan buku saku, serta bahan dasar pembuatan pupuk organik.
