Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Bakam Bercerita 2026 menggelar program kerja bertajuk ECOFLOW: Gerakan Penanaman Mangrove untuk Kelestarian Ekosistem DAS. Kegiatan ini dilaksanakan di Sungai Layang, Desa Bukit Layang, dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari Kepala Adat, Mahasiswa KKN-PPM UGM, dan mahasiswa Universitas Bangka Belitung. .
Program ECOFLOW digagas sebagai respons atas kondisi ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) yang semakin terancam akibat aktivitas penambangan timah yang menyebabkan luasan kawasan bermangrove terus berkurang. Alih fungsi lahan untuk kegiatan penambangan tidak hanya merusak vegetasi mangrove yang ada, tetapi juga mengancam fungsi ekologis ekosistem sungai. Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, program tersebut bertujuan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan penyangga aliran sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai di tengah tekanan aktivitas pertambangan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pembukaan dan briefing singkat rangkaian acara kegiatan, sebelum dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove secara langsung oleh seluruh peserta. Tercatat sebanyak 1200 bibit mangrove jenis ditanam di sepanjang tepi Sungai Layang.
Kepala Adat Desa Bukit Layang, Ustadz Jon, menyampaikan bahwa program ECOFLOW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan dapat menjadi langkah awal dari upaya pelestarian yang berkelanjutan. “Mangrove memiliki peran penting sebagai penahan abrasi, habitat biota, sekaligus penyerap karbon. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak ke depannya.” ujarnya.
Selain aspek ekologis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan menjaga keseimbangan lingkungan sungai. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, termasuk saat praktik penanaman langsung di lapangan.
Ke depan, Tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita 2026 berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi pemantik bagi semakin banyak organisasi maupun instansi lain untuk turut serta menanam mangrove di wilayah tersebut, sehingga upaya pelestarian ekosistem DAS dapat terus berlanjut secara kolektif dan berkesinambungan.
